We Are All Muslim, Surat Michael Moore Untuk Donald Trump

Kekesalan banyak orang pada Donald Trump, kandidat terkuat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, terus bergulir. Terbaru sutradara film-film dokumenter Michael Moore mengungkapkan kekesalannya pada Donald trump lewat sebuah surat yang ditulis dalam status Facebooknya.

Surat tersebut ia tulis setelah melakukan aksi berdiri sambil menunjukkan kertas bertulis “We Are All Muslim” di depan Trump Tower.

Untuk Donald Trump:

Anda mungkin ingat, bahwa kita bertemu kembali pada bulan November 1998 di sebuah ruang talkshow dimana kita dijadwalkan tampil bersama pada suatu sore. Tapi, sebelum aku memasuki ruangan seorang produser menarikku ke samping dan mengatakan bahwa Anda “gugup” berada satu set dengan saya. Dia bilang kau tidak ingin saya berkata dan melakukan sesuatu yang akan merugikan Anda.

“Apakah dia berpikir aku akan menjatuhkan dia?” saya bertanya, bingung.

“No,” produser berkata, “Ia sepertinya gelisah dengan Anda.”

“Huh, saya belum pernah bertemu orang itu. tidak ada alasan baginya untuk takut.” Kataku. “Aku benar-benar tidak tahu banyak tentang dia selain namanya. Aku akan bicara padanya jika itu yang Anda inginkan”

Dan, seperti yang Anda mungkin ingat, saya menemui Anda sebelum acara. Saya memperkenalkan diri kepada Anda… “Produser mengatakan Anda khawatir saya mungkin mengatakan atau melakukan sesuatu untuk Anda selama acara. Hei, jangan tersinggung, tapi saya hampir tidak tahu siapa Anda dan jangan khawatir kita akan bergaul baik-baik saja!”

Anda tampak lega, kemudaia membungkuk dan berkata kepada saya, “Aku hanya tidak ingin ada masalah diluar sana dan saya hanya ingin memastikan bahwa, Anda tahu, Anda dan saya berkawan. Dan Anda tidak melakukan pada saya sesuatu yang konyol.”

Saya pikir, dimana kita, di kelas 3? saya terkesan dengan bagaimana Anda, yang digambarkan sebagai pria tangguh dari Queens, tampak ketakutan.

lalu, Anda dan saya melanjutkan untuk melakukan pertunjukan. Tidak ada yang tak diinginkan terjadi di antara kami. Aku tidak menjambak rambut Anda, tidak menempatkan permen karet di kursi Anda. “seorang pengecut,” hanya itu yang saya ingat tentang Anda selesai acara.

Dan sekarang, disini kita pada tahun 2015 dan, seperti kebanyakan orang kulit putih marah lainnya, Anda takut oleh hantu yang akan mendapatkan Anda. Hantu itu, dalam pikiran Anda, semua umat Islam. Bukan hanya orang-orang yang benar-benar membunuh, tapi SEMUA MUSLIM.

Untungnya, Donald. Anda dan pendukung Anda tidak lagi terlihat seperti apa yang sebenarnya Amerika sekarang ini. Kami bukan negara orang kulit putih yang sedang marah. Berikut adalah statistik yang akan membuat berputar rambut Anda: Delapan puluh satu persen dari pemilih yang akan memilih presiden tahun depan baik itu perempuan, orang kulit berwarna, atau orang-orang muda antara usia 18 dan 35. Dengan kata lain, tidak kamu. Dan tidak ada orang yang ingin dipimpin oleh kamu.

Jadi, dengan putus asa dan kegilaan, Anda akan melarang semua muslim memasuki negara ini. Saya dibesarkan untuk percaya bahwa kita semua adalah bersaudara, tanpa memandang ras, keyakinan atau warna. Itu berarti jika Anda ingin untuk melarang Muslim, pertama kali Anda harus mengusir saya dari Amerika dan orang lainnya.

Kita Semua Muslim.

Sama seperti kita semua orang Meksiko, kita semua Katolik dan Yahudi dan putih putih dan hitam. kita semua anak-anak Allah (atau alam atau apa pun yang Anda percaya), bagian dari keluarga manusia, dan apa pun yang Anda katakan atau lakukan tidak dapat mengubah fakta tersebut. Jika Anda tidak suka hidup dengan aturan-aturan Amerika, maka Anda perlu untuk pergi ke ruang waktu dalam salah satu Towers Anda, duduk disana dan berpikir tentang apa yang Anda katakan.

Dan kemudian meninggalkan kita sendiri sehingga kita bisa memilih presiden nyata yang baik dan penyayang serta kuat, setidaknya cukup kuat untuk tidak cengeng saat duduk bersama seorang pria dari Michigan. Dan aku sangat senang telah melihat sisi Anda sebenarnya beberapa tahun yang lalu.

Kita semua dalah muslim.

Michael Moore.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'