Takut, Kesedihan dan Dukungan Pasca Serangkaian Serangan di Perancis

Ketakutan kembali mengintai jalanan di kota Paris setelah serangkai serangan yang terjadi pada Jumat (14/11) malam dan menewaskan 140 orang.

Para penyerang melakukan serangan langsung ke jantung tempat warga Paris memuali akhir pekan mereka seperti lokasi konser, restoran, bar dan stadion Stade de France tempat berlangsungnya pertandingan persahabatan Perancis vs Jerman.

Pihak berwenang memerintahkan warga untuk tetap tinggal didalam rumah. Tempat-tempat keramaian ditutup dan pasukan militer dikerahkan untuk melumpuhkan para penyerang.

“Situasi di Paris sangat tegang” ujar Gregory Philipps, wakil editor Radio Perancis sebagaimana dilaporkan oleh CNN. “Orang-orang tidak ingin pergi keluar”

“Kami tidak tahu situasi di jalanan sekarang. Bisa saja para penyerang masih berkeliaran” ujarnya.

Sepuluh Menit Yang Mengerikan

Apa yang terjadi di Paris pada Jumat malam diawali saat warga dan wisatawan keluar makan dan minum disejumlah tempat keramaian.

Di sebuah gedung konser di Bataclan, sekelompok orang bersenjata menyerbu tempat tersebut saat berlangsung pertunjukan musik rock.

“”Orang-orang berteriak, menjerit,” kata Julien Pearce, seorang jurnalis yang berada di acara tersebut. “Ini berlangsung selama 10 menit. Sepuluh menit mengerikan di mana semua orang adalah di lantai menutupi kepala mereka.”

Kekerasan di Bataclan, yang melibatkan penyanderaan, mengakibatkan jumlah tertinggi korban dari semua serangan yang melanda Paris pada hari Jumat.

Mencari Perlindungan Lewat Media Sosial

Di Stade de France, ledakan terdengar selama pertandingan sepak bola antara Perancis dan Jerman.

Ryu Voelkel, yang sedang merekam pertandingan tersebut dari dalam stadion mengaku mendengar suara ledakan yang dianggapnya bukan suara dari ledakan kembang api yang normal.

Pemboman terjadi di luar stadion, dan Voelkel mengatakan ia tidak menyadari apa yang telah terjadi sampai keluar dari Stadion.

Voelkel mengakatan dirinya terdampardengan seorang teman di distrik 11 Paris, daerah di mana beberapa penembakan telah terjadi. Dia berkicau di Twitter untuk menjelaskan kesulitannya dan menemukan orang-orang yang datang membantunya.

“Akhirnya banyak orang menawarkan saya tempat untuk menetap” katanya. “Saya akhirnya ditampung di sebuah tempat tinggal warga yang berjarak 10 menit berjalan kaki dari stadion”

Dia bukan satu-satunya orang yang terjebak di tengah kekacauan dan menerima bantuan lewat dunaia maya. lewat tagar #PorteOuverte warga Paris menawarkan bantuan tempat tinggal secara sukarela bagi warga yang ingin berlindung.

Syakib

Syakib

Suka nulis dan suka baca tapi gak suka ngedit jadi suka typo dan gak sesuai EYD tulisannya...
Syakib

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'