Soal LRT dan MRT

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Rabu, (9/9/2015), President Joko Widodo meresmikan pembangunan proyek light rail transit (LRT). LRT ini merupakan salah satu bagian dari menciptakan transportasi publik yang aman dan nyaman guna mengurai kemacetan di Ibukota Jakarta. Sebelumnya pemerintah DKI Jakarta juga tengah membangun proyek Mass Rapid Transit (MRT).

Banyak yang bertanya apa sih bedanya LRT dengan MRT? sekilas keduanya memang mirip. Namun, bila MRT masuk dalam kelas kereta berat maka LRT adalah jenis kereta ringan.

Dikutip dari harian Kompas edisi Selasa, (15/9) Kepala Bidang Teknologi Sarana Transportasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Setyo Margo Utomo mengungkapkan, kereta terbagi dalam dua kelompok yakni kereta berat dan ringan.

LRT masuk dalam kereta ringan dengan panjang gerbong 2-3 gerbong. Sedangkan kereta berat bisa mencapai 8-12 gerbong per rangkaian. Adapun untuk beban poros kereta ringan kurang dari 10 ton sedangkan kereta berat bisa mencapai 14 ton.

Dari konsumsi daya listrik juga ada perbedaan yang mencolok. Suplai kereta ringan hanya 750 volt DC, sedangkan kereta berat sejenis KRL dan MRT 1.500 volt DC.

Perbedaan ini juga mempengaruhi kapasitas penumpang. Kereta ringan hanya bisa mengangkut 2000 penumpang per jam per arah, sedangkan kapasitas kereta berat bisa mencapai dua kali lipatnya.

Untuk pembangunannya proyek LRT ini menggunakan lahan pemerintah seperti sisi jalan tol agar tidak lama dalam pembebesan lahan. Tahap pertama proyek ini diharapkan rampung pada 2018 dan akan siap digunakan saat Jakarta this website menjadi tuan rumah Asian Games di tahun yang sama.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

2 Comments

  1. Bleeeh. Gak kebayang kalo sudah operasi… wong trans jakarta yang awalnya bisa dibatasi penumpangnya… sekarang loooos. Sampe sesek aroma semerbak kalo sudah di jam pulang kantor… kalo LRT jadi… Yang kapasitas 200 orang bisa loos sampe 300-400… waah bisa ambrol tuuh di jalan…

  2. Yang ditunggu juga saling koneksi antar semua moda. Jangan sampai terminal satu dan terminal lainnya berjauhan sehingga menyusahkan jika ingin berpindah moda transportasi

Comments are closed.