Setelah Ojek Online, Kini Menyusul Bajaj Online

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Menyusul maraknya kemunculan ojek online, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meluncurkan aplikasi online untuk bajaj, Rabu (7/10) di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Langkah Dishub DKI meluncurkan aplikasi ini disambut positif oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok menilai dengan menggunakan aplikasi online ini maka para supir bajaj akan mampu menghemat penggunaan BBM.

Ahok mengatakan dengan memanfaatkan teknologi maka akan menciptakan layanan transportasi yang lebih aman dan nyaman. Aplikasi online menurutnya akan menjadi masa depan transportasi kota.

“Nanti yang tidak menggunakan aplikasi akan kalah bersaing dan mati. Pasti itu,” ujarnya dikutip dari metrotvnews.com.

Rencananya seluruh bajaj berbahan bakar gas (BBG) yang berjumlah 7.000 akan menggunakan aplikasi ini secara bertahap. Adapun aplikasi ini bisa diunduh baik di sistem operasi Android maupun iOS.

Para supir bajaj nantinya akan dilatih untuk familiar dengan smartphone berbasis android yang akan menjadi sarana utama dari aplikasi online ini. Diharapkan dengan aplikasi online ini akan memudahkan penumpang dalam melacak bajaj yang berada di dekat mereka.

Adapun untuk tarif menerapkan sistem rupiah per kilometer dengan perhitungan Untuk 2,5 kilometer pertama, tarif akan berkisar Rp16.000 sampai dengan Rp20.000. Setelah lebih dari 2,5 kilometer akan dikenakan Rp2.000 per kilometernya.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0
About Syakib 252 Articles
Suka nulis dan suka baca tapi gak suka ngedit jadi suka typo dan gak sesuai EYD tulisannya...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*