Satelit NASA Deteksi 117 Ribu Titik Kebakaran Hutan di Indonesia

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Satelit NASA telah mendeteksi sebanyak 117 ribu titik kebakaran hutan di Indonesia pada tahun ini. Mayoritas kebakaran diyakini disengaja untuk pembukaan lahan pertanian. Kebakaran yang terjadi selama beberapa bulan belakangan telah menghasilkan bencana asap yang tidak saja melanda sejumlah pulau di Indonesia tetapi juga hingga kenegara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand. Ribuan orang pun harus menderita penyakit saluran pernapasan karena menghirup asap yang mengandung zat berbahaya.

Kebakaran hutan mayoritas terjadi di pulau Sumatra dan Kalimantan dan menghancurkan puluhan ribu hektar hutan. Kebakaran hutan memang terjadi setiap tahun namun tahun ini diprediksi menjadi yang paling buruk. Selain menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia bencana asap juga mengancam hampir sepertiga dari populasi orangutan di dunia.

asap

Bencana asap semakin memburuk di Kalimantan. Data BMKG mencatat indeks polusi mencapai angka 1,986 dimana angka indeks 350 sudah dikategorikan beracun.

[afop]

Kebakaran lahan gambut yang terjadi di Indonesia menghasilkan hingga 10 kali lebih banyak metana dari kebakaran di lahan lainnya. Kebakaran yang terjadi pada tahun 1997 diperkirakan telah menghasilkan antara 13 dan 40% dari emisi karbon tahunan dunia dan NASA memperkirakan tahun ini akan bertambah lebih parah jika tidak dikendalikan segera. Pada tanggal 21 September saja NASA mencatat dari kebakaran hutan di Indonesia telah memproduksi ekitar 600 ton CO2.

Hari ini, Kamis (29/10), Presiden Joko Widodo langsung menuju Palembang, Sumatera Selatan, sepulang dari lawatan ke Amerika Serikat. Rencananya presiden Jokowi akan berkantor di Ogan Komering Ilir (OKI). Selama disana Presiden Jokowi akan melakukan rapat koordinasi penanggulangan asap serta melakukan kunjungan ke lokasi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *