Saingi Ojek Online, Ridwan Kamil Siapkan Aplikasi Untuk Ojek Pangkalan di Bandung

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Setelah Gojek dan GrabBike dengan warna hijau, Lalu Jeger Taxi dengan warna Kuning. Bluejek hadir dengan warna biru. Dengan kekuatan 1000 armada, konon akan ditambah hingga 8 ribu armada, Bluejek semakin meramaikan bisnis transportasi online.

Tidak hanya akan bersaing dengan sesama moda transportasi online, Blujek juga akan menambah berpinggirnya ojek konvensional atau yang dikenal dengan ojek pangkalan.

Ya, kehadiran ojek online saat ini sedang menjadi fenomena. Angkutan roda dua ini tiba-tiba menjadi populer lantaran dilengkapi dengan perangkat khusus yang memungkinkan calon penumpang untuk memesan jasa ojek ini dimanapun ia berada. Bahwa di tempat yang tak ada pangkalan ojeknya pun, para calon penumpang bisa memesannya. Dengan serta merta, pengojek online menjemput calon penumpang, dan mengantarkannya ke tempat tujuan.

Kemudahan yang diberikan aplikasi pemesanan ojek online ini sebenarnya memudahkan para pengojek untuk mencari penumpang. Banyak penumpang, banyak rezeki. Namun ternyata, dalam praktiknya aplikasi ini malah memunculkan ketimpangan dan menciptakan kelompok-kelompok baru dalam dunia pertukang-ojekan. Yaitu, kelompok pengojek online dan pengojek tradisional. Tukang ojek online makin laris, karena banyak pemesannya. Sementara tukang ojek tradisional semakin terpinggirkan karena kesulitan mencari pelanggan.

Dengan sistem harga promo jelas ojek online jauh lebih murah dalam menetapkan harga. Seperti Gojek misalnya yang menetapkan harga hanya 10 ribu rupiah dalam jarak dibawah 25 Km.

Tukang ojek konvensional pun sangat kena dampak dari kehadiran ojek online ini. Banyak langganan yang berpindah armada karena harga yang lebih murah. Persaingan pun semakin meruncing hingga menjurus konflik antar sesama pengojek.

Belakangan, untuk membuat para pengojek tradisional tak ketinggalan dengan para pengojek online, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan membangun dan menyiapkan aplikasi baru.

Katanya, Kang Emil sudah minta dibuatkan ke tim IT nya untuk membuat aplikasi bagi pengojek tanpa harus dikelola perusahaan.

“Saya sudah meminta ke tim IT di command center untuk mulai menciptakan aplikasi penerapan ojek pangkalan agar siapapun sanggup memanfaatkan aplikasi tersebut dan tidak mesti dikelola oleh perusahaan seperti Go-Jek,” kata Kang Emil seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia melalui penerapan itu, nantinya para pengendara ojek tradisional sanggup melayani penumpang dengan sistem online seperti yang dilakukan Go-Jek. Bedanya, ojek tradisional mampu memanfaatkan penerapan itu tanpa harus bergabung ke perusahaan seperti yang dilakukan Go-Jek.

Wah, semakin marak ya persaingan di dunia pertukang-ojekan. Sebagai penumpang, jujur saya sangat tertarik. Apalagi menanti aplikasi bagi pengojek tradisional. Karena meski sudah saya unduh aplikasi ojek online-nya, tetap saya belum mengorder sama sekali. Karena tiap kali mau order, saya terbayang wajah bapak tukang ojek pangkalan langganan saya. he he he.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0