Saat Sastra dan Budaya Indonesia Berbicara di Frankfurt Book Fair

@BBC
@BBC
Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Selasa, 13 Oktober 2015, Pekan Baku Frankfurt yang disebut pameran buku terbesar di dunia resmi dibuka. Penulis kontroversial Salman Rushdie menjadi salah satu pembicara dalam acara pembukaan.

Pagelaran tahun ini terasa spesial karena Indonesia terpilih sebagai Tamu Kehormatan dengan tema 17.000 Islands of Imagination atau 17.000 Pulau-pulau Imajinasi. Memang, setiap tahunnya pameran buku ini menunjuk tamu kehormatan yang dapat mempresentasikan negaranya selama acara berlangsung. Indonesia dipilih dengan sejumlah alasan salah satunya bagaimana Indonesia dalam waktu singkat bisa menjadi negara yang demokratis.

“Hanya dalam kurun waktu 70 tahun, Indonesia mampu bermetamorfosa dari negara jajahan menjadi negara yang demokratis. Transformasi sosial dan politik yang terjadi juga tercermin dalam karya-karya dan didukung pula oleh pelaku industri buku yang profesional,” ujar Juergen Boss, direktur Frankfurt Book Fair dalam sebuah rilis.

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh penulis Goenawan Mohammad membawa 75 penulis, 60 penampil pertunjukan, dan 20 koki yang akan mengisi sejumlah acara baik di lokasi pameran maupun acara lain yang tersebar di berbagai kota Jerman. Mereka membawa misi mengenalkan kekayaan sastra dan budaya Indonesia.

“Karya-karya literatur kita hanya sedikit dikenal di Eropa. Melalui pameran ini, kita akan berdialog dengan publik internasional untuk memperkenalkan keduanya,” ujar Goenawan dikutip dari BBC.com.

Sebanyak 200 judul buku karya penulis Indonesia telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman dan bahasa asing lainnya yang kemudian dipamerkan dalam festival ini. Selain mengenalkan kekayaan sastra Indonesia bagi para penulis dan penerbit ajang ini juga diharapkan untuk membidik pasar luar negeri.

Selain karya sastra Indonesia juga akan mengenalkan kekayaan kulinernya dan kesenian kepada para pengunjung dan tamu di Pekan Buku Frankfurt ini. Sejumlah koki sudah menyiapkan makanan terbaik Indonesia untuk dihadirkan di festival ini.

“Saya sudah tak sabar untuk mengangkat tradisi kuliner Indonesia ke hadapan masyarakat Jerman,” kata William Wongso dikutip dari dewimagazine.com. Bersama Chef Sandra Djohan dan Petty Elliott ketiganya akan menyiapkan menu seperti Mie Goreng Kampung dan Sate Maranggi.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0
About Syakib 252 Articles
Suka nulis dan suka baca tapi gak suka ngedit jadi suka typo dan gak sesuai EYD tulisannya...

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*