Saat Masyarakat Bergerak Membantu Korban Asap

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

”Kaki saya tersengal-sengal,” ujar Mak Ulis kepada Ilyas Abdullah.

”Maksudnya, nafas Ibu sesak?” Kepala Puskesmas Desa Sapaya, Kec Bungaya, Gowa, Sulsel, itu memastikan.

”Indak, kaki saya Pak,” Ny Ulis bergeming.

Ilyas bimbang mau memberi obat untuk sesak nafas. Slamet, tuan rumah selaku tuan rumah posko membisiki Ilyas. ”Tersengal-sengal itu maksudnya pegal-pegal,” katanya. Oooh, Ilyas tersenyum sambil menepok jidat sendiri.

Pak Ilyas

Ilyas merupakan seorang relawan tim ASAP PPPA Daarul Quran yang berangkat dari Makassar untuk membantu korban bencana asap di beberapa Provinsi di Sumatra. Lambannya pemerintah dalam memberikan bantuan membuat banyak masyarakat dan lembaga sosial yang terjun langsung dalam memberikan bantuan bagi mereka yang terdampak asap akibat pembakaran hutan yang terjadi di pulau Sumatera dan Kalimantan.

Selama 2 hari di Jambi, Jumat-Sabtu (16-17/10), Tim ASAP Daqu membuka layanan di 6 titik (Paalmera Lama, Pelempang, Tumpino. Sungaiterap, Sengiti). Pasien tercatat sekitar 2000 orang, usia bayi hingga manula.

Sudah lebih dari 3 bulan masyarakat di Jambi dan Riau tidak bisa menghirup udara yang bersih. Titik api terus bertambah di berbagai wilayah. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut jumlah titik api di seluruh Indonesia meningkat drastis menjadi 3.226 titik, dengan sebaran meluas hingga Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Sejumlah penyakit pun harus diderita oleh warga.

46

Menurut Ilyas, keluhan terbanyak pasien adalah ISPA, darah tinggi, nyeri ulu hati, diare, gatal-gatal, dan pegal-pegal. ”Stress menaikkan tekanan darah dan memicu nyeri ulu hati,” terangnya.

Ilyas membawa sejumlah kader relawan medis dari Sulawesi Selatan. Dua diantaranya dokter, yang lainnya perawat dan pekerja kemanusiaan. Salah satunya adalah anak Ilyas sendiri yang baru lulus SMA. ”Biar dia merasakan jalan hidup ayahnya juga,” kata bapak dua anak ini.

Senin (19/10), Tim ASAP membuka posko di 2 titik di Kabupaten Indragiri Hulu. Selanjutnya, Selasa (20/10), giliran menyambangi warga di pinggiran Kabupaten Siak.

Namun, Ilyas Abdullah tidak bisa mendampingi timnya sampai tuntas. Senin, ia harus segera pulang karena ada urusan penting di Puskesmas yang dipimpinnya.

Tapi, Ilyas gagal terbang dari Bandara Sutan Sulaiman Kasim Pakanbaru. Kabut asap tebal, menyebabkan 78 flight di-cancel hari itu, termasuk pesawat yang akan membawa Ilyas.

Ia lalu naik travel ke Bandara Internasional Minang, Padang, untuk kemudian ke Makassar via Jakarta.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0
About Syakib 252 Articles
Suka nulis dan suka baca tapi gak suka ngedit jadi suka typo dan gak sesuai EYD tulisannya...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*