Rossi Juara Dunia MotoGP 2015? Begini Hitungan di Atas Kertasnya

Akibat insiden dengan Marc Marquez di MotoGP Sepang pada Minggu (25/10) lalu, peluang Valentino Rossi menjadi juara dunia terancam.

Apa pasal? Rossi dihukum oleh race director dengan penalti tiga poin dan dengan penalti satu poin lainnya musim ini, maka penalti empat poin membuat Rossi harus start dari urutan paling belakang pada seri pangkus MotoGP Valencia, pada 8 November nanti.

Saat ini Rossi unggul tujuh poin dari runner-up Jorge Lorenzo. Pebalap Italia itu mengoleksi 321 poin sedangkan Lorenzo 314 poin. Untuk memastikan jadi juara dunia, Rossi tidak boleh kalah berselisih lebih dari enam poin dari Lorenzo di Valencia.

Berikut ada beberapa skenario yang membuat Rossi langsung jadi juara dunia. Rossi otomatis juara dunia jika finis di depan Lorenzo, berapa pun urutannya. Rossi otomatis juara jika keduanya gagal menyelesaikan balapan alias gagal finis. Rossi otomatis juara jika Lorenzo finis urutan 10 atau lebih.

Mengingat sulitnya Rossi finis di depan Lorenzo karena start dari urutan buncit, maka ada hitung-hitungan lain yang membuat Rossi masih mungkin jadi juara dunia meski Lorenzo yang juara MotoGP Valencia.

Jika Lorenzo finis di posisi pertama atau kedua, maka Rossi harus finis tepat di belakang Lorenzo, yakni finis kedua atau ketiga. Nah, jika Lorenzo finis ketiga maka Rossi minimal harus finis di peringkat keenam. Jika Lorenzo finis keempat, maka Rossi harus finis minimal peringkat kesembilan.

Rossi Lorenzo

1. Lorenzo finis 1, Rossi finis 2
2. Lorenzo finis 2, Rossi finis 3
3. Lorenzo finis 3, Rossi finis 6
4. Lorenzo finis 4, Rossi finis 9
5. Lorenzo finis 5, Rossi finis 11
6. Lorenzo finis 6, Rossi finis 12
7. Lorenzo finis 7, Rossi finis 13
8. Lorenz0 finis 8, Rossi finis 14
9. Lorenzo finis 9, Rossi finis 15
10. Lorenzo finis 10, Rossi langsung juara dunia meskipun finis di luar 15 besar.

Sistem pembagian poin di ajang MotoGP

Poin MotoGP

* Posisi ke-15 ke bawah tak mendapatkan poin

Aji Wibowo

Aji Wibowo

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.” - Pramoedya Ananta Toer
Aji Wibowo

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'