Puluhan Juta Warga Indonesia Tidak Memiliki Akses MCK

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan ada puluhan juta warga Indonesia yang tidak memiliki akses MCK. Selain itu mereka juga masih melakukan aktivitas buang air besar semabarangan yang akibatnya berdampak pada tingkat kesehatan mereka.

Untuk itu pada tahun 2019 nanti pemerintah menargetkan seluruh penduduk Indonesia memiliki akses sanitasi dan air bersih. Ironisnya perilaku buang air besar sembarang ini tidak hanya dilakukan masyarakat desa tetapi juga warga kota-kota besar.

Dikutip dari BBC Indonesia, di Jakarta saja masih ada 40 persen warga yang melakukan aktivitas BAB sembarangan. Meski memiliki toilet namun saluran pembuangannya langsung menuju sungai tidak memiliki septic tank.

“Kalau kita hitung manusia itu bisa mengeluarkan kira-kira tinja 0,4 kg per hari. Bayangkan berapa banyak tinja yang akan mengotori sungai atau tanah dan ketika hujan tanahnya mengalir mengotori sumur masyarakat,” Eko Saputro, Kasubdit Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar Kementerian Kesehatan.

Aktivitas BAB sembarangan selain mencemari lingkungan juga memiliki dampak kesehatan langsang pada anak-anak.

Menurut Dr Budi Setiawan, Spesial Kesehatan Badan PBB untuk urusan anak-anak UNICEF Indonesia, angka kematian Diare pada balita masih tinggi yakni sebesar 23 persen.

Selain itu kerugaian ekonomi akibat perilaku BAB sembarangan mencapai Rp56,8 triliun pertahun. Uang ini dikeluarkan untuk biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan dalam mengatasi penyakit seperti diare. (bbc)

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *