Proyek Kereta Cepat Pemerintah Indonesia Pilih Cina Ketimbang Jepang

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Setelah melalui tahapan panjang pemerintah Indonesia akhirnya memilih Cina untuk mengerjakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Sebelumnya Jepang juga mengajukan proposal untuk mengerjakan proyek ini.

Gatot Trihargo, asisten deputi di Kementerian BUMN, sebagaimana dikutip dari DW.com, mengatakan pemerintah Cina dianggap memiliki keberanian tidak meminta jaminan dalam proposalnya ketimbang yang diajukan oleh Jepang.
“Selain itu mereka berjanji akan alih teknologi lebih banyak ketimbang Jepang” ujar Gatot, Rabu (30/9).

Pemerintah Indonesia menilai proyek ini membutuhkan anggaran yang besar. Proyek kereta cepat pertama di Indonesia ini dikabarkan akan menelay biaya sebesar US$5,3 miliar atau sekitar Rp78 triliun. Dengan alasan pembangunan infratsruktur yang tepat pemerintah Indonesia memtusukan tidak akan tidak akan merogoh uang (APBN) untuk proyek kereta cepat.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengatakan proyek kereta cepat bias berjalan dengan tiga syarat yakni; Pertama, tidak boleh memakai APBN. Yang kedua, tidak ada jaminan dari pemerintah. Yang ketiga, sifatnya B to B, baik itu BUMN dengan BUMN atau swasta dengan swasta.

Keputusan ini disambut hangat oleh pemerintah Cina. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hong Lei, mengatakan negaranya memiliki pengalaman membangun dan mengoperasikan kereta cepat ini.

“Kami sudah berpengalaman … Cina jelas lebih unggul di bidang pengoperasian, pendanaan, dan alih teknologi. Kami mendukung perusahaan Cina untuk masuk dan bekerja sama dengan Indonesia,” kata Hong Lei dikutip dari BBC.com, Rabu (30/9).

Keputusan pemerintah Indonesia ini direspon dengan rasa kecewa oleh pemerintah Jepang, mengingat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe melakukan lobi-lobi kencang hingga jelang keputusan diambil untuk memenangkan tender kereta api cepat ini.

“Pemerintah Jepang masih percaya bahwa proposal kami lebih baik dan paling layak,” ucap Kijima, pejabat Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, sebagaimana dilaporkan oleh DW.com “Kami berharap, di masa depan mereka akan lebih transparan dan adil,” tambahnya.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0
About Syakib 252 Articles
Suka nulis dan suka baca tapi gak suka ngedit jadi suka typo dan gak sesuai EYD tulisannya...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*