PMS Berlebihan? Bisa Jadi Itu Penyebab Darah Tinggi

Wanita yang mengalami premenstrual syndrome (PMS) mungkin lebih dekat dengan ancaman hipertensi atau tekanan darah tinggi di kemudian hari, demikian hasil studi terbaru yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, Selasa (23/11).

Para peneliti menemukan wanita yang menderita gejala PMS seperti perubahan suasana hati, lesu, ngidam makanan tertentu dan payudara terasa nyeri, memiliki kemungkinan akan menderita tekanan darah tinggi dalam 20 tahun kemudian dibandingkan wanita yang tidak mengalami gejala PMS yang buruk.

“Muncul data menunjukkan salah satu penyebab hipertensi disebebkan dari PMS yang buruk” tulis para peneliti dalam studi tersebut.

Analisa ini berdasarkan data dari Nurses Health Study II yang dikumpulkan antara 1991 dan 2005, melibatkan 1.257 wanita dengan PMS yang buruk dan 2.463 perempuan yang tidak melaporkan gejala PMS. Para peneliti terus mengikuti perkembangan peserta studi yang didiagnosis hipertensi hingga tahun 2011.

Penelitian lain oleh tim yang sama telah mengamati bahwa tingkat yang lebih tinggi dari tiamin dan riboflavin-dua vitamin B-menurunkan resiko PMS sebesar 25 sampai 35 persen. Para peneliti menunjukkan bahwa peningkatan asupan vitamin B bisa membantu mencegah PMS dan, pada gilirannya, menurunkan risiko seseorang untuk hipertensi di kemudian hari.

Para peneliti mengakui studi mereka memang memiliki beberapa keterbatasan. Studi ini difokuskan pada wanita berusia 27 tahun dan lebih tua. yang berarti peneliti tidak dapat menilai bagaimana PMS pada wanita yang lebih muda bisa berdampak risiko hipertensi di kemudian hari.

Syakib

Syakib

Suka nulis dan suka baca tapi gak suka ngedit jadi suka typo dan gak sesuai EYD tulisannya...
Syakib

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'