Pergerakan Indonesia: Usut Tuntas Pembunuhan Salim Kancil!

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Konflik agraria di Indonesia semakin menjadi. Tidak hanya melibatkan pemerintah versus warga, atau pengusaha versus warga, konflik mulai mengarah pada pertikaian horizontal, seperti yang terjadi di Lumajang baru-baru ini.

Banyak pihak yang kaget dan mengeluarkan sikap terkait kejadian pembunuhan tersebut, yang dilakukan dengan sadis. Salah satunya adalah ormas Pergerakan Indonesia yang mengeluarkan pernyataan sikap keras mengutuk kejadian ini. Berikut pernyataan sikap mereka yang diemail ke redaksi obrolan urban.

Siaran Pers

Pernyataan Sikap Pergerakan Indonesia

Atas Kasus Pembunuhan Salim Kancil

Di Lumajang, Jawa Timur

Pagi yang berduka. 26 September 2015,  telah terjadi penganiayaan dan pembunuhan terhadap petani. Petani tersebut bukanlah orang biasa, dengan gigih dan konsisten ia telah melakukan aksi penolakan tambang yang terjadi di desanya, Selok Awar-Awar, Lumajang, Jawa Timur. Namanya Salim Kancil.

Pagi itu, ketika sedang mengasuh cucunya, ia dijemput oleh sejumlah preman dari rumahnya dan dibawa ke Kantor Desa Selok Awar-Awar. Penganiayaan terkeji di abad ini telah diperlihatkan atas nama kerakusan akan keuntungan dari eksploitasi habis-habisan kekayaan alam. Korban petani lain, Tosan, saat ini mengalami luka parah dan dalam kondisi kritis di rumah sakit di Malang.

Kekejian yang disinyalir dilakukan oleh kepala desa ini, menjadi bukti bahwa kekuasaan yang berkolaborasi dengan kekuatan modal dgn orientasi keuntungan semata, seberapapun besarnya, akan cenderung menjadi tiran penghisap darah dan terbiasa menjadi algojo tanpa hati bagi rakyat yang dipimpinnya. Hal ini ‎juga sekaligus menjadi tantangan bagi rakyat negeri ini, bahwasanya pengawasan rakyat terhadap aparat dan alat kekuasaan negara, baik di desa maupun yang lebih tinggi, mutlak dilakukan‎ secara konsisten dan terorganisir.

Duka yang mendalam sekaligus rasa marah dan keprihatinan atas terjadinya kebiadaban yang dipertontonkan secara telanjang ini. Peristiwa ini menambah deret panjang kejahatan terhadap petani dan warga desa yang sedang mempertahankan hak-haknya di seluruh wilayah Republik. Kekuasaan yang senantiasa berkolaborasi dengan kekuatan modal dan orientasi keuntungan dari eksploitasi berlebihan atas sumber daya alam, telah memarjinalkan kepentingan rakyat yang menggantungkan hidupnya pada tanah dan wilayah yang justru dijadikan obyek eksploitasi. Rakyat tercerabut dari akar hidupnya, karena kepentingan keuntungan segelintir orang yang sebagian besarnya justru mengalir kepada pihak-pihak yang sebetulnya tidak pernah memiliki keterikatan kultural, geografis atau kekerabatan dengan wilayah tersebut.

Oleh karena itu, Pergerakan Indonesia mengutuk keras peristiwa ini dan meminta pemerintah untuk segera:

  1. Mendesak pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya untuk segera mengusut tuntas kejadian ini, menangkap pelaku pembunuhan dan penganiayaan sampai ke aktor intelektualnya dan menghukum mereka seberat-beratnya.
  1. Meminta pemerintah untuk melindungi hak bersuara, berkumpul dan hak hidup dan berusaha para petani di desa dari intimidasi, penganiayaan, pembunuhan hingga perampasan lahan.
  1. Menutup dan menghentikan sementara ‎seluruh kegiatan yang terkait dengan penambangan pasir di Lumajang hingga kasus ini dituntaskan dan menyelidiki kemungkinan keterlibatan perusahaan-perusahaan penambangan pasir atas kejadian ini dan menghukum mereka seberat-beratnya jika ditemukan keterlibatannya.
  2. Jika pengusutan kasus ini berlarut-larut tanpa ada hasil yang memuaskan, Pergerakan Indonesia bersama dengan elemen-elemen pergerakan lainnya, akan terus menuntut dan menggalang kekuatan Petani di seluruh Indonesia untuk terus melakukan perlawanan hingga kasus ini tuntas dan menjadi preseden bagi pihak-pihak yang selama ini melakukan kesewenang-wenangan terhadap rakyat.
  3. Menuntut pemerintah untuk segera menangani konflik agraria di negeri ini dan memberikan hak-hak atas lahan dan tanah bagi rakyat Indonesia dan menjaminnya dalam bentuk legalitas hak, untuk menjamin keberlangsungan hidup dan berusaha bagi rakyat Indonesia.

Kami juga mengharapkan agar media massa serta publik luas, untuk turut mengawal kasus ini agar tidak menjadi preseden yang menjalar ke tempat-tempat lain di mana konflik yang serupa ketika petani selalu menjadi korban karena melakukan penolakan terhadap tambang yang menghilangkan lahan produksi mereka dan hak untuk berusaha bagi keberlangsungan hidup mereka.

Jakarta, 28 September 2015

Atas nama Petani dan Rakyat Indonesia‎,

Dewan Pengurus Nasional
Pergerakan Indonesia,

 

 

Sereida Tambunan, S.IP

Ketua Umum

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

3 Comments

  1. oh also, why do you FORCE us to visit the watch page? i mean if i do you block my view count for fraud, but all the nice new stats are only there, not on the insight page where it should be, really, not a clever move, we should NEVER have to vidit the watch page of our own videos

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*