Penjelasan Mark Zuckerberg Mengapa Facebook Mengaktifkan “Safety Check” Bagi Serangan di Paris Tetapi Tidak di Beirut

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Di tengah serangan mengerikan di Paris, Perancis, Jumat (13/11) malam yang menewaskan lebih dari 100 orang Facebook mengaktifkan fitur “Safety Check” untuk membantu orang memberitahu teman atau kerabat bahwa mereka selamat. Fitur ini digunakan lebih dari 4,1 juta orang pada saat kejadian.

Banyak yang memuji langkah Facebook yang dengan aktifnya fitur “Safety Check” membuat banyak orang merasa lebih tenang saat mengetahui kerabat atau teman dekatnya selamat dari serangan tersebut. Namun, langkah Facebook ini juga mendapat kritik mengingat saat terjadi pemboman di Beirut, Lebanon yang juga menyebabkan banyak korban tewas Facebook tidak melakukan langkah serupa.

Kebijakan Facebook ini dilihat sebagai diskriminasi oleh seorang dokter di Lebanon bernama Fares Elie yang menulis curahatan hatinya berjudul, “From Beirut, This is Paris: In a World That Doesn’t Care About Arab Lives.” Dalam postingan tersebut ia menulis.

“Ketika warga kami meninggal, tidak ada negara yang peduli seperti memasang warna negara mereka di pusat kota mereka. Bahkan Facebook tidak repot-repot menyalakan ‘Safety Check’”

Tentang hal ini CEO Facebook membahasnya dalam potingan Facebook.

“Banyak orang bertanya mengapa kami mengaktifkan ‘Safety Check’ di Paris namun tidak di Beirut dan kota lainnya” tulis Zucekerberg. “Sampai kemarin, kebijakan kami hanya mengaktifkan fitur ini untuk bencana alam. Kami hanya mengubah ini dan sekarang berencana mengaktifkan Safety Check yang disebabkan bencana karena manusia dan lainnya”

Sejauh ini Facebook hanya mengaktifkan fitur ini sebanyak lima kali sejak diluncurkan pada Oktober 2014 pada kasus bencana Tsunami dan bencana alam.

“Terima kasih kepada siapa saja yang telah bertanya dan memberikan perhatian pada kasus ini” ujar Zucekerberg.

“Kalian benar, ada terlalu banyak konflik penting di dunia. Kami memiliki kepedulia yang sama pada semua orang dan kami akan bekerja keras untuk membantu orang yang terkena musibah dalam beberapa situasi”

Sementara itu Alex Schultz, pejabat eksekutif Facebook lain, menambahkan pihaknya akan membuat Safety Check lebih baik dan lebih efektif.

“Selama krisis yang berlangsung seperti perang atau epidemi, Safety Check seperti yang sekarang ini tidak terlalu berfungsi dengan baik. Sebab kita tidak tahu kapan itu benar-benar selesai dan berakhir, dan sayangnya kita tidak akan benar-benar tahu kapan orang benar-benar selamat” tulisnya.

Facebook sendiri tengah mencari tahu bagaimana alat ini lebih baik dalam bekerja.

“Aktivasi ini akan mengubah kebijakan kami dalam mengaktifkan Safety Check dan kami ingin aplikasi ini aktif kapan saja dan dimana saja pengguna membutuhkan”

sumber : businessinsider

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *