Pemerintah Purwakarta Pasang CCTV Awasi Remaja Berpacaran

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook12Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Pemerintah Purwakarta akan memasang kamera pengawas atau CCTV di setiap perbatasan desa. Kamera ini akan berguna untuk mengawasi warga yang berusia di atas 17 tahun pacaran melebih jam 21.00 WIB.

Sebagaimana diketahui, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengeluarkan peraturan Bupati yang mengatur larangan berpacaran di atas jam sembilan malam. Peraturan ini efektif berlaku berlaku sejak Oktober ini.

“Ini adalah bagian dari peraturan bupati mengenai desa berbudaya agar warga Purwakarta kembali ke budaya Sunda yang sesungguhnya,” ujar Dedi Mulyadi sebagaimana dikutip dari BBC.com.

Peraturan tersebut akan memberikan teguran tertulis bagi pasangan yang belum menikah yang tertangkap polisi atau kamera pengintai hingga tiga kali. Jika pasangan tersebut tertangkap untuk yang keempat kalinya maka akan dibawa ke balai musyawarah desa.

“Di balai musyawarah desa atau balai budaya desa itu nanti dirumuskan kategori-kategorinya. Kan nanti ada kategori yang sudah siap menikah, dan kategori yang belum siap menikah. Dan ada kategori yang kecelakaan menikah gitu loh,” ujar Dedi.

Bila pasangan yang tertangkap dan sudah memenuhi kategori menikah maka akan dinikahkan dan jika mereka bersikeras tidak mau menikah maka akan dikeluarkan dari desa karena dianggap tidak mau lagi mengikuti aturan yang berlaku di desa. Sedangkan bagi pelanggar yang belum memenui kategori menikah hukumannya adalah kerja bakti atau membersihkan halaman.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook12Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *