Pasca Teror Paris, Amerika Serikat Berniat Tambah Kekuatan Militer di Suriah dan Irak

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook6Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Serangan bom di Paris benar-benar mengguncang dunia, akhir pekan ini Eropa menjadi begitu mencekam setelah serangan bom dan penembakan yang terjadi di beberapa lokasi di Paris.

Aksi teror itu merenggut 129 korban jiwa dan 30 dari 300 korban terluka dikabarkan dalam kondisi kritis. Menilik dari jumlah korban maka teror Paris ini menjadi pertumpahan darah terburuk di Perancis sejak akhir Perang Dunia II. ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut

Reaksi atas klaim ISIS tersebut membuat para pejabat AS dan sekutunya di Eropa serta Arab akan meningkatkan partisipasi militer mereka dalam perang di Suriah dan Irak. Menurut laporan dari reuters, mereka akan memperluas kekuatan udara mereka di negara-negara konflik tersebut ditambah dengan kekuatan darat.

Namun masih belum dapat dipastikan, apakah Paris dan Washington akan secara radikal memperluas lingkup keterlibatan militer mereka saat ini, mengingat keengganan mereka terseret ke dalam perang darat berskala besar di Timur Tengah. Tapi Presiden Barack Obama telah memutuskan untuk terlibat pertempuran dalam beberapa bulan terakhir, dan anggota parlemen anti teroris melihat bahwa serangan Paris akan memperkuat argumen mereka guna menambah kekuatan militer mereka.

Selain serangan ke Paris, ada beberapa serangan yang mengatasnamakan negara Islam dalam dua minggu terakhir. Dua ledakan serangan bunuh diri di sebuah distrik Muslim Syiah Beirut selatan di Lebanon yang menewaskan 43 orang, dan 224 tewas ketika pesawat Rusia jatuh di Semenanjung Sinai Mesir.

Senator Dianne Feinstein, anggota Demokrat dari Komite Intelijen Senat mengatakan, bahwa serangan ini menjadi jelas bahwa strategi Obama dalam serangan udara terbatas akan ditambah dengan dukungan pasukan darat di Irak dan Suriah, karena hal tersebut dianggap tidak cukup melindungi negara sekutu mereka.

“Pertempuran ini dengan cepat meluas di luar Irak dan Suriah, dan itulah sebabnya kita harus bertempur melawan mereka,” kata Feinstein.

Oleh: Syaid Maulana
Sumber: reuters.com

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook6Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *