On This Day: 31 Oktober

31 Oktober terdapat beberapa peristiwa penting bagi sepak bola Italia. Roberto Baggio mencapai tonggak penting dalam kariernya. Peristiwa menarik sepak bola juga terjadi di belahan dunia lainnya.

1971 – AC Milan gagal mempertahankan posisi teratas saat Juventus mengalahkan mereka, Bianconeri mencetak tiga gol pada babak pertama di Stadion Giuseppe Meazza dalam kemenangan 4-1. Roberto Bettega mencetak dua gol dari gol-gol tersebut di babak pertama, termasuk backheel berani.

1993 – Roberto Baggio mencetak hat-trick untuk Juventus dalam kemenangan 4-0 atas Genoa, torehan tiga gol yang membuat pahlawan Azzurri mengoleksi 100 gol di Serie A. Baggio kemudian mencetak 17 gol musim itu, musim keenam berturut-turut dengan torehan lebih dari 10 gol di Serie A.

1993 – AC Milan kalah 3-2 di kandang Sampdoria, menyudahi sebuah rekor tidak terkalahkan fenomenal tandang yang sudah berumur lebih dari dua tahun. Kekalahan tandang terakhir Rossoneri terjadi pada 19 Mei 1991, saat kalah 2-1 di Bari.

2002 – Laga antara AS Adema melawan Stade Olympique de L’Emyrne Antananarivo (SOE) menghasilkan rekor dunia dalam hal skor pertandingan. Hal ini terjadi karena memanfaatkan laga tersebut sebagai protes atas tersingkirnya mereka. Setiap selesai kick off, pemain SOE langsung mengarahkan bola ke gawangnya, terus berulang hingga laga berakhir. Kemenangan Adema dengan skor akhir 149-0 masuk dalam Guinness Book of World Records sebagai skor terbesar yang pernah ada.

2010 – Kevin Nolan mencetak hat-trick untuk Newcastle United pada laga Derby Tyne-Wear. Newcastle akhirnya menang 5-1 atas Sunderland di Stadion St James’ Park.

2013 – Roma mengalahkan Chievo 1-0 untuk mencatat kemenangan ke-10 mereka berturut-turut di awal musim. 10 kemenangan tim asuhan Rudi Garcia beberapa di antaranya didapat dari tim kuat seperti Inter dan Lazio. Namun mereka gagal untuk mengklaim kemenangan dalam pertandingan ke-11, imbang 1-1 dengan Torino. Hasil imbang pertama dari hasil empat imbang beruntun yang membuat Juventus kembali ke balapan Scudetto.

Aji Wibowo

Aji Wibowo

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.” - Pramoedya Ananta Toer
Aji Wibowo

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'