Muslim Amerika Khawatirkan Pernyataan Donald Trump Akan Bangkitkan Kebencian Pada Islam

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook4Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Sejumlah tokoh muslim Amerika Serikat marah dan kecewa dengan pernyataan Donald Trump yang menyatakan jika ia terpilih sebagai Presiden pada tahun 2016 nanti akan membuat database bagi semua umat Islam di Amerika untuk memantau gerakan mereka.

Donald Trump merupakan calon kuat kandidat presiden dari Partai Republik. Pernyataan ini mengingatkan cara Nazi menandai warga Yahudi Eropa sebelum mengirimnya ke kamp konsentrasi.

“Dalam 20 tahun saya belom mendengar kalimat intoleransi dan penuh kebencian dari pemimpin politik di negeri ini. Pernyataan ini sangat menakutkan” ujar Nihad Awad, direktur eksekutif kelompok advokasi muslim terbesar di AS, Council on American-Islamic Relations (Cair).

Awad menjelaskan pernyataan Trump ini menegaskan tingginya sikap Islamophobia, ketakutan pada Islam, dalam politik mainstream Amerika.

“KIta dihadapkan pada Amerika di abda ke-21 yang berpotensi akan dipimpin oleh orang-orang berbahayan” ujarnya.

Sementara itu Saif Inam dari Muslim Public Affairs Council, sebuah lembaga kebijakan yang berbasis di Washington menyamakan database yang diusulkan oleh Trump pada stempel “J” yang dicap kedalam paspor warga Yahudi Eropa oleh Nazi.

Setelah serangan di Paris yang menewaskan lebih dari 100 orang, Partai Republik serempak warga muslim di Amerika harus diberi kecurigaan dalam setiap gerak-geriknya.

Sebelumnya salah satu kandidat dari Partai Republik, Ben Carson, menyebut pengungsi Suriah dengan sebutan “anjing gila”. Bahkan Jeb Bush yang menyebut dirinya “moderat” mengatakan setelah tragedi Paris ia hanya akan menerima pengungsi Suriah yang bisa membuktikan bawa mereka adalah pemeluk agama kristen.

Retorika anti muslim yang dikeluarkan oleh para poltisi tingkat tinggi Amerika membuat kekhawatiran pada sejumlah komunitas muslim akan memprovokasi kebencian pada mereka. Omid Safi, Direktur Duke Islamic Studies Center, mengatakan sikap ini menandakan “kita bukan disini”.

“Kita harus melawan dengan semua jiwa, kekuatan dan akal sehat kita” katanya, “Bukan hanya dalam hal kehidupan umat Islam, tetapi ini juga akan mengancam realitas apa artinya menjadi orang Amerika”

Para pemimpin komunitas muslim khawatir pernyataan para politisi tersebut akan diterjemahkan ke dalam tindakan kebencian. Setelah tragedi Paris dikabarkan ada sejumlah insiden yang terjadi di luar sebuah masjid di Connecticut, di sebuah masjid di St Petersburg, Florida dan sebuah rumah keluarga muslim di Orlando. (Guardian)

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook4Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *