Muhammadiyah Ajak Umat Islam Lakukan Muhasabah Sosial

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook3Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

at-tin

 

 

 

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan saat ini umat Islam di Indonesia belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ironis, mengingat Indonesia dibangun dengan saham besar umat Islam.

Hal tersebut dikatakannya saat memberikan tausiyah dalam dzikir nasional yang digelar di masjid At-Tin, Jakarta Timur, Kamis (31/12).

Haedar mengatakan saat ini umat Islam tidak berada dalam pusaran kepemimpinan nasional. Bahkan di beberapa daerah seperti DKI Jakarta umat Islam terpinggirkan. Menurutnya ada beberapa hal yang membuat itu terjadi. Salah satunya adalah perpecahan yang terjadi dikalangan umat Islam.

Maka itu di momen ppergantian tahun ini Haedar mengajak umat Islam untuk melakukan muhasabah diri dalam berbagai bidang.

“Kita harus muhasabah di bidang politik kita tidak bisa menjadi tuan di negeri sendiri. Dalam banyak hal kita tidak bisa bersatu baik itu ormas dan parpol Islam. Ketika masuk arena kekuasaan kita sering ribut akhirnya terpecah” ujar Haedar.

Selain itu ia mengatakan Umat Islam di Indonesia besar namun tetapi secara ekonomi masih menengah kebawah. Umat Islam masih belum menjadi penguasa ekonomi.

” Seperti yang dikatakan Wapres Jusuf Kalla dari 100 orang pengusaha ternama hanya 10 orang yg muslim. Tapi bila bicara 100 orang miskin maka 90 orang muslim” ujarnya.

Haedar mengingatkan yang membuat umat Islam Indonesia tertinggal adalah sikap rakus dan semena-mena. Saat ini menurutnya tingkat kesenjangan di Indonesia semakin tinggi dan berada pada warna merah dimana mereka yang kaya semakin kaya namun sedikit jumlanhnya dan disaat bersamaan mereka yang miskin semakin miskin dan bertambah jumlahnya.

“Ini adalah tantangan kita sebagai umat Islam. Mari kit lakukan semangat amal soleh yang bersifat sosial membantu dan membangun peradaban. Lakukan gerakan ekonomi. Bangun semangat wirausaha. Bangun kepercayaan diri pada anak-anak kita yang akan menjadi generasi pelanjut” jelasnya.

Haedar menambahkan umat Islam Indonesia harus bangun dan bangkit jangan menjadi pemalas. Tantangan kedepan semakin keras terlebih mulai berlakunya Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Maka itu jika ingin membangun Indonesia yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur atau negeri yang negeri yang subur dan makmur, adil dan aman, setiap individu dan kelompok Islam harus punya tujuan membangun Indonesia dengan kebersamaan.

“ Dan yang terpenting jangan dilupa Sebagai muslim apapun yang kita lakukan jangan sampai kehilangan arah. Berbuat dan berjuang apapun akan nihil jika kita tidak mendapat ridho Allah. Maka itu niatkan apa pun yang kita lakukan untuk ibadah pada Allah swt” tutup Haedar.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook3Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *