Minyak Nabati Penyebab Kanker, Benarkah?

Nabati identik dengan sayuran, bunga, dan tumbuhan lainnya. Bagaimana dengan minyak nabati? Karena terbuat jagung, sayuran, zaitun, sawit, kedelai, atau bunga matahari pastinya lebih sehat. Dalam minyak nabati diyakini banyak terkandung asam lemak tak jenuh (omega 3 dan omega 6) yang mudah dicerna oleh tubuh karena tidak gampang menggumpal dalam aliran darah.

Namun, percayakah Anda jika dalam penelitian terbaru minyak nabati justru dicurigai sebagai salah satu biang kanker?

Beberapa waktu lalu, para ilmuwan nyatanya menemukan fakta bahwa ketika minyak nabati dipanaskan ia akan melepaskan zat kimia (aldehydes) dalam konsentrasi tinggi. Bukan sembarang zat kimia, aldehydes diyakini menjadi salah satu penyebab berbagai penyakit seperti kanker atau liver. Waduh!

Beberapa ilmuwan sebelumnya memang menyarankan untuk menghindari minyak zaitun ketika memasak, dan lebih memilih minyak sayur atau minyak jagung. Tapi, dalam perkembangan terakhir malah ditemukan bahwa minyak bunga matahari dan minyak jagung memproduksi aldehydes 20 kali lipat lebih tinggi dari batas aman yang dirilis badan WHO PBB. Minyak zaitun, butter, minyak lobak, bahkan minyak lemak unggas justru dianggap punya kadar kimia berbahaya yang relatif lebih rendah.

Profesor Martin Grootveld, professor kimia patologi dan kimia bio analisis dari De Montford University mengatakan, “Minyak bunga matahari dan minyak jagung sebenarnya aman dikonsumsi, selama tidak dipanaskan untuk menggoreng atau memasak lainnya. Ini adalah fakta kimiawi yang sederhana saja, zat yang dianggap sehat untuk manusia bisa berubah menjadi tidak sehat pada temperatur pemanasan yang standar.”

Ada beberapa tips yang bisa diterapkan oleh para ibu rumah tangga dan siapa saja yang hobi memasak.

1. Gunakan minyak zaitun yang biasa saja, bukan yang extra virgin saat menggoreng atau memasak. Alasannya? Karena zat kimia yang terbentuk masih dalam level aman bagi tubuh manusia.

2. Untuk makanan yang digoreng secara deep frying seperti pisang goreng atau tahu goreng pakailah minyak kelapa yang cenderung lebih tahan saat dipanaskan atau minyak dari lemak hewani.

3. Untuk masakan tumis atau sekadar menggoreng cepat, bisa menggunakan minyak zaitun atau minyak lobak.

4. Bagi Anda pecinta salad, tenang saja, minyak zaitun, minyak labu, atau minyak avokad aman-aman saja digunakan sebagai dressing dan saus celupan.

Bukan hanya memilih jenis makanan yang tepat yang bisa menghindarkan kita dari berbagai penyakit, melainkan juga memilih jenis minyak yang tepat. Saatnya menggoreng!

Muthia Esfand
Follow me

Muthia Esfand

editor in chief at fantasiousID
Muthia Esfand
Follow me

Latest posts by Muthia Esfand (see all)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'