Mereka Siap Menantang Ahok

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Pemilihan kepala daerah untuk memilih Gubernur DKI Jakarta memang masih akan berlangsung pada tahun 2017 nanti. Namun sejumlah nama mulai bermunculan dan diprediksi akan menjadi penantang kuat petahana Basuki Tjahja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok.

Sandiaga Uno

Nama pertama yang muncul di publik adalah Sandiaga Uno. Gambar-gambar dukungan pada salah satu pendiri PT Saratoga Investama Sedaya itu sudah mulai bermunculan di media sosial. Bahkan pada salah satu gambar yang beredar Sandiaga Uno disandingkan dengan Triwisaksana, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai Wakil Gubernur.

Sandiaga Uno disebutkan akan digadang oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Sandiaga yang juga kader Gerindra mengaku siap maju sebagai Cagub DKI Jakarta.

“Sebagai tokoh muda yang ingin ada perbaikan, semuanya harus siap,” Kata Sandiaga Uni dikutip dari Kompas.com, Rabu (16/9)

Adhyaksa Dault

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault merupakan salah satu tokoh muda yang juga telah menyatakan kesiapannya maju sebagai Cagub DKI Jakarta. Nama Adhyaksa dimunculkan oleh Forum Peduli Jakarta (FPJ).

“Di Jakarta, kita butuh pemimpin alternatif. Setelah diskusi panjang di grup Whatapps, nama Pak Adhiyaksa yang kita anggap pantas untuk maju,” ujar Koordinator FPJ KH Wahfiuddin sebagaimana dilaporkan oleh Merdeka.com, Minggu (20/9).

Ridwan Kamil

Meski menyatakan tidak tertarik untuk pindah memimpin DKI Jakarta nama Ridwan Kamil santer diusung dalam Pilkada DKI 2017 nanti. Sejumlah perbaikan dan prestasinya selama memimpin Kota Bandung membuat banyak orang berharap Ridwan Kamil dapat melakukan hal information thespyexpert yang serupa di Jakarta.

Tri Rismaharini

Satu nama yang juga digadang-gadang masuk bursa pemimpin DKI Jakarta adalah Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Kemampuannya membenahi kota Surabaya membuat nama Risma banyak disebut kalangan layak memimpin Ibukota Jakarta.

Marco Kusumawijaya

Seorang arsitek, aktivis dan ahli tata kota yang aktif berkampanye tentang isu-isu urban dan  lingkungan di Jakarta, Marco Kusumawijaya, mendeklarasikan dirinya maju dalam Pemilihan Kepala Daerah/Gubernur Jakarta periode 2017-2022 lewat akun Facebook pribadinya.

“Saya, Marco Kusumawijaya, bermaksud mengikuti pilkada Jakarta 2017-2022 sebagai calon Gubernur,” tulisnya pada Sabtu malam, 19 September 2015.

Saat dihubungi Obrolanurban, pada Minggu 20, September 2015, Marco mengaku bahwa dirinya ingin mengajak warga Jakarta untuk melakukan perubahan mendasar untuk kotanya. “Saya ingin mengajak warga Jakarta untuk menyelesaikan persoalan dari akarnya. Pencalonan saya ini adalah ruang solidaritas dan kanal potensi warga. Dan yang lebih penting, saya ingin menyuarakan bahwa masih ada cara lain yang lebih baik untuk mengelola kota,” ujarnya.

Biem Benyamin

Anak ke -3 dari aktor dan seniman legendaris Indonesia, Biem Benyamin juga santer diisukan akan maju ke panggung pilgub DKI 2017 yang akan datang. Politisi anggota F-Gerindra DPR RI ini dikabarkan akan digadang menjadi calon Gubernur DKI dari komunitas Betawi. Pada pilgub DKI 2012 yang lalu, Biem juga maju menjadi calon wakil Gubernur DKI berpasangan dengan Ekonom Faisal Basri dari jalur perseorangan.

Andi Bachtiar Yusuf

 Sutradara muda ini (Romeo & Juliet, Hari Ini Pasti Menang, Garuda 19) juga digadang-gadang maju mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI. Terlihat dari beberapa diskusi netizen di sosial media tentang majunya Andi Bachtiar Yusuf melalui jalur perseorangan. Namanya diidentikkan dengan hastag #KawanUcup dan #JakartaSportif.

“Saya memang terpikir untuk maju, karena terlalu muak melihat hipokrisi yang terjadi dalam pengelolaan kota Jakarta. Tapi semuanya tergantung prosesnya. Kita lihat saja nanti,” ujarnya ketika ditemui Obrolanurban tadi malam, Minggu 20 September 2015, di Jakarta.

Menurut Andi Bachtiar, yang juga Presiden Federasi Sepakbola Mini Indonesia (FSMI) yang baru terbentuk itu, anak-anak muda Jakarta jangan hanya termakan citra di media. Perilaku pemimpin yang terlalu sering mengumbar amarah di media tanpa malu-malu, mengumbar kata-kata tak pantas uga di depan media, namun jarang berbicara tentang konsep dan program pembangunannya, itu hanya pencitraan dan skenario kehumasan untuk memoles citra dirinya sebagai politisi. “Pemimpin yang penuh kosmetik politik, hanya akan membangun ketidakpercayaan publim pada birokrasi semakin parah. Dan lebih prinsip, itu penipuan publik,” ujarnya mantap.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0