Menyikapi Peristiwa Teror dan Tiga Kebenaran

Kamis pagi, di salah satu forum suporter di WhatsApp seorang rekan mengirimkan pesan ” Starbuck di Bom” Langsung saya cek laman twitter untuk melakukan pencarian mengenai peristiwa tersebut. Saya menemukan dua cuitan TMCPoldaMetro dan DapurIvan yang menjelaskan tentang adanya ledakan di Sarinah. Beberapa menit berselang, Cuitan ledakan / bom di Sarinah dan Starbuck menyebar disemua Social Media.

12472397_10153500904744825_3916758652757709580_n

Usai ledakan di Sarinah, Isu Isu tak bertanggung jawab menyebar sporadis di ranah twitter, BBM dan WhatsApp Ada ledakan di Palmerah, Menyusul ledakan di Pondok Indah, dan Mall Alam Sutera. menghiasi linimasa kita. Serampangan tak ada KrosCek. Kita pun menelan mentah – mentah informasi itu. Selain di twitter, broadcast di BBM dan WhatsApp juga tak kalah seram. Ada pengendara motor memberondongkan AK47 menuju Semanggi. Masih ada 6 Titik bom yang belum meledak. Jakarta benar benar dibuat mencekam. Tujuan teroris pun berhasil.

Usai isu serampangan soal update situasi di Jakarta, Sore harinya mencuat kembali berbagai macam opini mengenai bom Sarinah. Divestasi Freeport, Sidang SN, Kesaksian JK, Penangkapan Anggota Dewan PDIP dan berbagai macam hal lain dijadikan pembenaran kalau bom di Sarinah tadi adalah rekayasa.

Benarkah bom Sarinah adalah rekayasa? Jangan pernah menolak informasi. kata Seorang rekan beberapa tahun silam. Biarkan semua informasi masuk ke kepalamu semua. Lalu endapkan untuk kau filter mana yang benar mana yang salah” Lanjut kawan saya tadi. Semenjak saat itu, saya tidak pernah menolak informasi yang ada. Semua informasi saya jadikan perbendaharaan ilmu. Saya saring, saya filter untuk saya simpulkan mana yang sesungguhnya “Kebenaran”
3 Kebenaran

Mengutip tulisan Cak Nun, ada tiga model kebenaran yang berlaku dan dialami manusia. Pertama, benarnya sendiri (benere dhewe). Kedua, benarnya orang banyak (benere wong akeh). Dan, ketiga kebenaran hakiki (bener kang sejati).

Benarnya sendiri melahirkan keegoisan, Benarnya orang banyak mungkin adalah benar yang sejati, mungkin pula bukan. Lalu mana benar yang sejati? Mungkin ini yang masih harus kita proses setiap harinya, terus mencari untuk menemukan yang benar – benar sejati.

Kegembiraan harus baik, kebaikan harus benar, kebenaran harus menggembirakan.

Temukan Saya

Arista Budiyono

Tukang Nulis dan Nonton at Infosuporter
Saat ini sepakbola Indonesia hanyalah permainan dan sedau gurau belaka
Temukan Saya

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'