Mengurus Akta Lahir & Surat Pindah

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Akta kelahiran merupakan salah satu surat penting yang wajib untuk dimiliki oleh anak yang baru lahir sebagi identitas. Pembuatan akta kelahiran sendiri akan sangat membutuhkan Kartu Keluarga atau KK, dan untuk pembuatan KK yang baru akan membutuhkan surat pindah, terutama apabila orangtua anak tidak berdomisili asli di daerah tersebut. Untuk mengurus surat pindah, beberapa dokumen yang perlu disiapkan adalah KTP asli dan fotokopinya, fotokopi KK serta pas foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak tujuh buah. Surat pengantar dari desa langsung dibawa ke kecamatan guna dilegalisir terlebih dahulu, lalu dibawa ke Kantor Capil Kabupaten. Jika keseluruhan proses dimulai pada pagi hari, maka akan selesai pada hari itu juga. Sementara untuk membuat akta kelahiran, dokumen yang dibutuhkan tentu berbeda.

Mengurus Akta Lahir & Surat Pindah

Mengurus Akta Lahir & Surat Pindah

  1. Pertama urus surat pengantar RT terlebih dahulu dengan bermodal Kartu Keluarga, KTP orangtua, surat nikah dan surat keterangan kelahiran dari rumah sakit atau bidan yang membantu kelahiran. Semua dokumen ini harus asli. Namun tak perlu khawatir karena nanti semua dokumen akan dikembalikan kepada pemohon, lengkap dengan surat pengantar yang telah ditandatangani serta distempel oleh RT.
  2. Surat dari RT kemudian dibawa ke RW untuk dilegalisir, yaitu diberi stempel serta tanda tangan RW.
  3. Setelah selesai mengurus surat pengantar RT dan RW, bawalah semua berkas tersebut dengan fotokopi KTP ke kelurahan. Semua dokumen juga harus dirangkap tiga dan fotokopi akta nikah harus dilegalisir. Isilah formulir permohonan akta kelahiran lalu berikan pada petugas di kelurahan.
  4. Setelah surat selesai, mintalah tanda tangan serta stempel lurah, lalu kembalilah ke petugas pertama di mana berkas-berkas rangkap tiga tersebut akan diatur menjadi tiga bagian, satu untuk Dispenduk, satu untuk arsip di kelurahan dan satu lagi untuk orangtua.
  5. Semua persyaratan sudah harus dilengkapi saat datang ke Dukcapil. Jika ternyata ada dokumen yang belum lengkap maka tidak akan diberi formulir isian. Formulir ini harus disertai materai enam ribu rupiah.

 

Pada beberapa kasus, ada kemungkinan fotokopi ijazah juga diperlukan, terutama apabila akta kelahiran baru dibuat ketika anak telah dewasa dan tidak terdapat surat keterangan kelahiran. Jika akta nikah hilang atau tidak dimiliki karena memang pernikahan tidak dicatat di KUA (bagi pemeluk agama Islam) atau Catatan Sipil (bagi pemeluk agama selain Islam), maka akan mendapat surat pernyataan mengenai luar kawin dari Dukcapil. Akta umumnya sudah bisa diambil seminggu kemudian di Dukcapil dengan membawa fotokopi KTP serta wawancara singkat mengenai apakah benar anak yang dibuatkan akta itu anak kandung. Pembuatan akta kelahiran tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Proses pengurusannya pun mudah asal semua dokumen telah dilengkapi.

Dicari dengan kata kunci:

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0
One Response
  1. Iwan 1 year ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *