Menghindari Kriminalitas di Ibukota

Sebagai ibukota negara, Jakarta telah membuat semua orang berbondong-bondong mengadu untung di dalamnya. Baik dengan cara yang baik maupun yang buruk, semua ada disini. Tidak heran jika kemudian angka kriminalitas di kota ini terbilang cukup tinggi.

Data Polda Metro Jaya menunjukkan angka sebelas kasus kejahatan menonjol yang terjadi di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok, masih tinggi. Kasus 3C (curas, curat dan curanmor) masih cukup tinggi terjadi di wilayah Polda Metro Jaya .

Untuk angka kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di tahun 2014 mencapai 904 kasus. Angka ini memang mengalami penurunan sebanyak 9,9 persen dibanding tahun 2013 yang mencapai 1.004 kasus.

Sementara itu angka pencurian dengan pemberatan (curat) pada tahun 2014 sebanyak 3.513 kasus atau turun 31,13 persen dari tahun 2013 yang mencapai 5.101 kasus.

Adapun untuk pencurian kendaaraan bermotor (curanmor) mengalami penurunan dari tahun 2013. Untuk pencurian motor, tahun 2014 terjadi sebanyak 3.162 kasus atau turun 26,46 persen dibanding 2013 dengan capaian 4.300 kasus. Lalu untuk Kasus pencurian roda empat turun dari 966 kasus di 2013 menjadi 715 kasus di 2014 atau turun sebanyak 25,98 persen.

Sementara itu untuk kasus perkosaan yang terjadi di wilayah Polda Metro Jaya pada tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 10,52 persen. Dari total 57 kasus perkosaan di tahun 2013 meningkat menjadi 63 kasus di 2014.

Melihat tingginya angka tindak kejahatan tersebut, warga Jakarta harus lebih berhati-hati saat berada di ruang publik. Misalnya saja saat berada di angkutan umum. Terkadang penumpang terlalu asyik sendiri sehingga tidak memperhatikan penumpang lainnya dan suasana sekitar. Ketika sadar, dompet dan telepon selular sudah berpindah tangan.

Untuk lebih mengenali tindak kejahatan yang marak terjadi di angkutan umum, tim ObrolanUrban akan  berbagi sedikit trik untuk menghindarinya.

  • Ketika Anda memutuskan untuk berkendaraan umum, maka bacalah situasi sekitar Anda. Siapa-siapa yang ada di samping kanan-kiri-depan-belakang Anda, dan aktivitas apa yang sedang mereka lakukan. Kalau perlu perhatikan pula gerak-gerik mereka. Mencurigakan atau tidak.
  • Dikatakan mencurigakan adalah ketika secara tidak sengaja Anda memergoki ada diantara penumpang yang tiba-tiba saling memberi kode satu sama lainnya. Entah dengan seseorang yang berada di dekatnya, ataupun yang agak jauh darinya. Ini bisa membuat Anda berkesimpulan sementara, apakah mereka sebuah komplotan ataukah perorangan.
  • Ciri-ciri yang harus Anda kenali (meski tidak mesti), misalnya, berpakaian rapih seperti akan pergi bekerja sambil membawa tas punggung besar. Namun seringkali kalau Anda perhatikan dengan seksama, tas punggung tersebut tak ada isinya karena terlihat kempes.
  • Jika berkomplot, biasanya mereka naik secara rombongan dari satu titik. Kadang ada yang bertugas membuat kegaduhan, sementara yang lainnya lirak-lirik isi tas penumpang lain yang sedang terbuka.
  • Terkadang ada yang pura-pura muntah di jendela dekat mangsanya, padahal jendela di sampingnya bisa dibuka. Kemudian, tangan sang kawan pun beraksi. Dengan menyembunyikan tangan di bawah tas punggung kempes tadi, pelaku biasanya meletakkan tasnya diatas mangsanya. Lalu beraksilah tangannya dengan membuka resleting atau penutup tas sang mangsa.
  • Jika aksi mereka berhasil, mereka akan segera turun. Sementara bila tidak dan aksi mereka tertangkap mata penumpang lain, biasanya mereka akan turun juga sambil melampiaskan kekesalannya. Tidak sedikit juga yang menggertak mangsanya yang gagal, karena malu sudah ketahuan terlebih dahulu oleh sang mangsa.
  • Jika Anda mengetahui orang di sekitar Anda adalah gerombolan poncopet, bersikap wajarlah dan pura-pura tidak tahu. Namun Anda harus tetap waspada. Jika Anda punya keberanian lebih, Anda bisa melakukan hal-hal seperti menggertak mereka dan mengusirnya. Bila tidak dan ingin selamat, silakan pindah angkutan. Karena bisa saja komplotan tersebut memiliki senjata tajam.
  • Sebisa mungkin berilah kode kepada calon mangsa mereka. Agar orang yang diincar menjadi sadar dan lebih berhati-hati.

Gimana dengan Anda Urbaners? Punya trik dan tips lain untuk menghindari kejahatan di luar rumah?

Syakib

Syakib

Suka nulis dan suka baca tapi gak suka ngedit jadi suka typo dan gak sesuai EYD tulisannya...
Syakib

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'