Marco Kusumawijaya Siap Berkompetisi di PDI Perjuangan

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook1Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Senin, 25 April 2016, Marco Kusumawijaya, seorang aktivis sosial dan urban planner berpengalaman, menyerahkan formulir pendaftaran sebagai bakal calon wakil gubernur ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Hal ini dilakukan sebagai bentuk formal dari keikutsertaan dirinya dalam proses seleksi untuk menjaring Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur oleh PDIP, menyambut pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017 yang akan datang.

Marco mengatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa dirinya yang dikenal sebagai aktivis yang sangat aktif pada beberapa gerakan sosial masyarakat sipil, justru mendaftarkan diri kepada partai politik, alih-alih maju melalui jalur perseorangan. Alasan pertama adalah soal sumber daya, khususnya dana.

“Calon perseorangan ternyata belum tentu “independen”, karena kenyataannya sangat tergantung juga pada dana besar. Tidak hanya untuk kampanye, tetapi juga biaya untuk memenuhi persyaratan dukungan KTP sebanyak 575,000. Meskipun orang memberikan dukungan secara sukarela, biaya logistik tetap saja tidak sedikit untuk pengadaan formulir, fotokopi, meterai, verifikasi dan pengangkutan,” ucap Marco dalam siaran pers yang diterima ObrolanUrban.

Kemudian Marco juga menjelaskan bahwa meski dirinya lebih suka melalui jalur perseorangan, namun dia menganggap kedua jalur yang ada, melalui parpol dan melalui jalur perseorangan, adalah seperti dua rel kereta api yang mempunyai tujuan yang sama. Menurutnya, tidak mungkin membayangkan suatu demokrasi tanpa keduanya, atau hanya salah satunya. Tidak mungkin juga hanya salah satu jalur yang diperbaiki, keduanya harus selalu secara dialektik diperbaiki.

Dirinya menambahkan bahwa justru akan sangat mungkin sekali inovasi perbaikan justru akan dapat ditawarkan dari kerjasama antara jalur parpol dan jalur masyarakat sipil. Aliansi strategis antara partai politik dan masyarakat sipil adalah suatu harapan dan perjuangan agar keduanya bisa memelihara demokrasi dan meminimalisasi oligarki pihak tertentu saja di dalam kekuasaan. “Kepada parpol, saya mengajak menerima dan memperjuangkan tawaran platform tiga-pendekatan di atas, serta kerjasama antara parpol dan masyarakat sipil.

Kepada masyarakat sipil saya mengajak menggalang dan memohon dukungan untuk mengimbangi kekuatan parpol,” jelasnya. Saat ditanya terkait dengan visi misi, Marco menjelaskan bahwa visi misinya untuk maju dalam Pilgub DKI 2017 ini hanya 3, yaitu:

1. Pembangunan yang inklusif tanpa tumbal;

2. Pembangunan yang memulihkan alam dan lingkungan;

3. Pembangunan yang memberdayakan warga.

“Saya percaya tiga pendekatan dasar itu penting untuk masa depan kota kita Jakarta yang akan segera masuk dalam pusaran pembangunan besar-besaran, makin menjadi salah satu pusat globalisasi ekonomi, dan kesertaan dalam gerakan kelestarian. Memperjuangkan perubahan pendekatan pembangunan agar mengarah ke tiga gagasan itulah yang terpenting, dari posisi (kekuasaan) apapun,” terangnya.

Kemudian Marco juga menjelaskan mengapa dirinya justru mendaftar sebagai Calon Wakil Gubernur, bukan Gubernur. Dia mengatakan bahwa dirinya harus tahu diri saat mendaftar pada partai politik pemenang pemilu dan yang lebih penting adalah mengarahkan kekuasaan untuk melaksanakan cita-cita, bukan besar atau utamanya kekuasaan itu sendiri.

“Sesudah 20 tahun aktif dalam politik kewargaaan kota dalam berbagai kapasitas dan berbagai cara, saya sepenuhnya sadar untuk kali ini menunjukkan keseriusan pengabdian pada kepentingan yang lebih besar melalui kekuasaan politik secara langsung,” terangnya.

Marco Kusumawijaya menyerahkan formulir pendaftaran sebagai bacawagub di DPD PDIP DKI Jakarta, di Tebet Raya, dengan didampingi oleh beberapa perwakilan kelompok dan organisasi aktivis sosial dan lingkungan, aktivis prodemokrasi dan aktivis kemanusiaan.

“Ya, kami mendukung sepenuhnya Marco Kusumawijaya untuk maju dalam Pilgub DKI 2017 ini, walaupun sebagai calon wakil gubernur. Karena buat kami, originalitas pemikiran, kemampuannya menyusun solusi atas persoalan di DKI Jakarta dan kedekatannya kepada banyak sekali kelompok madyarakat sipil, akan menjadi modal besar untuk berkontribusi dalam pemerintahan yang berpihak pada rakyat,’ ujar Sukma Widyanti, aktivis 98 dari KBUI yang ikut mengantar Marco.

Kehadiran mereka adalah sebagai bentuk dukungan padanya sekaligus menegaskan bahwa banyak kelompok masyarakat sipil yang akan mendukung Marco maju sebagai cawagub dan siap berkolaborasi dalam kegiatan pemenangan bersama PDIP dalam Pilgub DKI 2017 yang akan datang.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook1Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0
One Response
  1. Kethan 2 months ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *