Manajemen Turunkan Tarif, Pengemudi Gojek Protes

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Keputusan manajemen Go-Jek menurunkan tarif yang dari Rp 4.000 per kilometer menjadi Rp 3.000 per kilometer menimbulkan keresahan di sebagian pengemudi layanan transportasi online tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, beberapa pengemudi Go-jek menggelar unjuk rasa di di sekitar Pasar Palmerah, Jakarta, Senin (2/11/2015). Mereka menghentikan pengemudi Go-jek yang sedang membawa penumpang dan memaksa menurunkannya di tengah jalan.

Ope, salah satu pengemudi Go-jek mengatakan keputusan tersebut berlaku mulai hari ini dan ini membuat penghasilan pengemudi Go-jek menurun. Ia mengatakan protes tersebut berlangsung di sejumlah titik di Jakarta, Tangerang, hingga Depok.

Para pengemudi Go-jek pun berencana untuk menyampaikan protes resmi ke manajemen. Mereka khawatir pendapatan mereka turun karena kebijakan ini.

Penghasilan lebih banyak memang menjadi iming-iming dari manajemen Go-jek yang menyebabkan banyak orang, yang tidak hanya berprofesi sebagai tukang ojek, tertarik untuk menjadi pengemudi Go-jek.
[afop]

Manajemen ojek aplikasi ini memberlakukan pembagian 20/80. Misalnya, Kalau ada orderan seharga 100 ribu, maka 20 ribu buat manajemen dan 80 buat pengemudi Go-jek. Selain mereka juga memberlakukan tarif promosi sebesar Rp 15 ribu untuk jarak maksimal 25 kilometer.

Selain itu juga ada reward kepada para pengemudi yang dapat memenuhi target tertentu. Contohnya bila ada pengemudi yang satu hari bawa pelanggan 10 kali jauh dekat dapat tambahan Rp100 ribu.

Namun, kabarnya para pengemui Go-jek kini tidak bisa mendapatkan penghasilan yang besar lagi seiring banyaknya mereka yang mendaftar menjadi pengemudi.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *