Langkah Kecil Baron dan Wulan Bangkitkan Minat Baca Warga

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook93Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Dalam salah satu status Facebooknya, Bambang Trim yang dikenal sebagai praktisi perbukuan mengutip data Unesco tahun 2012 tentang minta baca orang Indonesia yang berada pada indeks 0,001. Artinya, beliau menyimpulkan, hanya ada 1 dari 1.000 penduduk yang dikategorikan sebagai pembaca serius.

“Dari sekitar 240 juta populasi penduduk Indonesia, berarti hanya ada 240.000 pembaca serius,” tulisnya.

Rendahnya minat baca ini jelas sangat memprihatinkan. Tidak usah kita bandingkan dengan negara maju seperti Inggris, Prancis, Jerman, atau bahkan Amerika Serikat jika di tingkat Asia Tenggara saja Indonesia hanya menempati peringkat ketiga terbawah atau hanya unggul atas Kamboja dan Laos.

Mengapa ini terjadi? tentunya banyak faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Salah satunya bisa dilihat dari sistem belajar di Indonesia yang belum membuat siswa terdorong mencari informasi dari bahan bacaan.

Selain itu mahalnya harga buku bacaan dan kurangnya fasilitas perpustakaan di tiap daerah semakin menambah jauh warga dengan bahan bacaan bermutu.

Berangkat dari situlah pasangan Baron Noorwendo dan Wulan Wibiyanti tergerak untuk membuat taman baca gratis. Ketimbang hanya mengutuki keadaan keduanya berpikir kenapa tidak bergerak meski dari hal kecil.

Awalnya, mereka telah mendirikan taman baca di rumahnya di Pancoranmas, Depok, Jawa Barat. Namun, karea sepi peminat membuat keduanya berpikir untuk jemput bola mendatangi tempat keramaian dan menggelar taman baca di sana.

“Waktu itu di Depok baru ada taman kota yang dinamakan Lembah Gurame dan banyak masyarakat beraktivitas di sana terutama pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur. Maka, terpikirlah untuk menggelar buku-buku di sana,” ujar Baron.

Maka sejak 11 Januari 2015, keduanya menggelar berbagai jenis buku yang layak dibaca oleh anak-anak dan orang tua. Awalnya aktivitas ini dilakukan tiap hari Minggu sore sejak jam 16.00 – 18.00. Namun mengukur efektivitas dan panjangnya waktu kini mereka memindahkan waktu menjadi pagi hari sejak jam 07.00 – 11.00 WIB.

Taman Baca3

“Pemikiran awalnya kami ingin membuat suasana yang beda dan lebih menarik di taman kota. Kami ingin mengajak pengunjung untuk beraktivitas di taman secara kreatif, sehat dan mencerdaskan,” ujarnya.

Puluhan buku-buku tersebut mereka gelar beralaskan tikar di atas rumput. Selain buku-buku juga disediakan maenan anak seperti puzzle dan lainnya. Jika hari hujan keduanya memindakan buku-buku tersebut ke saung-saung yang tersebar di pinggir danau.

Keduanya tidak menyangka dengan antusiasme pengunjung yang luar biasa. Tidak hanya anak-anak yang menyambangi para remaja dan orang tua juga menyempatkan untuk duduk-duduk di atas rumput atau tikar yang disediakan sambil membaca buku. Bahkan, tak jarang satu keluarga membaca bersama diselingi diskusi dengan anaknya perihal buku yang mereka baca.

Taman Baca2

“Selain itu respon juga berdatangan dari kawan-kawan yang melihat postingan saya di media sosial dan mengirimkan buku-buku yang masih layak baca bahkan ada juga yang mau menjadi relawan.”

Meski terkadang merasa lelah dan capek namun semua rasa itu terkonversi dengan bertambahnya kenalan baru dan melihat wajah-wajah ceria mendapat bahan bacaan yang mereka suka.

Kini, tidak hanya lapak buku Baron dan Wulan saja yang tergelar pada minggu pagi. Sebab, apa yang mereka lakukan membuat beberapa komunitas melakukan hal yang sama.

“Alhamdulillah, semoga dengan makin banyaknya mereka yang peduli akan menambah minat baca masyarakat,” tambahnya.

Baron pun berharap langkahnya tidak berhenti sampai di sini saja. Ia juga ingin membuat klub sastra atau jurnalistik untuk usia SMP/SMA. Lalu klub diskusi parenting, kesehatan untuk dewasa serta klub menggambar, seni dan keterampilan lainnya bagi anak-anak.

“Doakan kami bisa melakukan ini dan semakin membuat suasana taman kota menjadi makin akrab, kreatif, sehat dan mencerdaskan,” pungkasnya.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook93Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0
About Syakib 252 Articles
Suka nulis dan suka baca tapi gak suka ngedit jadi suka typo dan gak sesuai EYD tulisannya...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*