Kisah Pemungut Sampah Kumpulkan Buku Terbuang Untuk Dijadikan Perpustakaan di Daerah Miskin

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn3

Hanya menempuh pendidikan kelas dua tidak menghentikan Jose Gutierrez untuk memberikan hadiah bacaan bagi ribuan anak-anak tidak mampu di Kolombia.

Jose Gutierrez merupakan seorang pemungut sampah di Bogota, Ibu kota Kolombia. Sejak 20 tahun lalu ia yang setiap malam membersihkan sampai di lingkungan kaya memisahkan buku-buku bacaan yang dibuang oleh pemiliknya. Perlahan-lahan buku yang dikumpulkan semakin menumpuk hingga memenuhi lantai dasar rumah kecilnya dan ia memutuskan membuka perpustakaan bagi anak-anak sekitar rumahnya.

Jose Gutierrez3

Gutierrez mengatakan buku adalah sebuah kemewahan bagi anak laki-laki dan perempuan di lingkungan berpenghasilan rendah. Harga buku terlalu mahal dan tidak bisa dijangkau oleh mereka. Meski ada 19 perpustakaan di Bogota, kota dengan 8,5 juta penduduk, namun lokasinya sangat jauh dari wilayah miskin.

Pria berusia 53 tahun ini mengaku kecintaannya terhadap membaca merupakan penghormatan untuk ibunya, yang selalu membacakan buku kepadanya.

“Dia selalu membacakan sebuah cerita setiap malam” ujar Gutierrez yang sudah melakukan perjalanan dari Meksiko hingga Cili untuk berbagi cerita dan pengalaman membangun perpustakaan dari buku bekas yang dibuang pemiliknya.

“Bagi saya buku adalah penemuan terbaik dan hal terbaik yang mempengaruhi kehidupan manusia” ujarnya.

Sementara Gutierrez masih mencari buku-buku yang dibuang oleh pemiliknya dan menyebabkan ia digelari “Lord of the Books” sebanyak dua ribu buku didapatkan dari mereka yang bersimpati padanya. Hebatnya buku tersebut ia kirimkan lagi ke perpustakaan di daerah lain akibat ruangan rumahnya tidak sanggup menampung buku-buku tersebut.

Jose Gutierrez

Leo Tolstoy, Victor Hugo dan Mario Vargas Llosa merupakan penulis favorit Gutierrez. Sementara itu buku favoritnya adalah “One Hundred Years of Solitude” dan “The General in his Labyrinth” karya peraih Nobel Sastra dari Kolombia, Gabriel Garcia Marquez.

Dia mengatakan tidak menolak teknologi yang memungkinkan buku untuk dibaca secara digital, tetapi ia lebih suka membaca kata yang dicetak di atas kertas.

“Tidak ada yang lebih indah daripada memiliki buku di saku Anda, di tas Anda atau di dalam mobil Anda,” katanya.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn3
About Syakib 252 Articles
Suka nulis dan suka baca tapi gak suka ngedit jadi suka typo dan gak sesuai EYD tulisannya...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*