Jalan Panjang Mengurangi Sampah Plastik

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Kantong kresek di Inggris kini tidak lagi gratis. Mulai Senin (5/10) para pembeli di swalayan dan toko-toko besar dikenakan biaya 5 pence atau Rp1.000 untuk satu kresek kantong plastik.

Dikutip dari bbc.com, peraturan ini dibuat dalam upaya mengurangi penggunaan kantong tas plastik. Para pembeli juga disarankan untuk membawa tas tersendiri untuk menyimpan barang belanjaan.

Bahaya limbah plastik memang telah lama menjadi perhatian para aktivis lingkungan. Banyak penelitian dahsyatnya efek negatif sampah plastik yang mendegradasi lingkungan.

Setidaknya, berdasar penelitian, butuh waktu 1000 tahun agar plastik terurai oleh tanah. Jika dibakar asap hasil pembakaran mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan. Selain itu sampah-sampah plastik yang tersangkut di saluran air akan menyebabkan banjir saat musim penghujan tiba.

Tidak ada hitungan yang pasti berapa banyak tas plastik digunakan. Namun pada tahun 2010 saja mengutip data kompas.com diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya dan lebih dari 17 miliar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya.

Sampah plastik ini juga banyak yang berakhir menuju lautan. Berdasar riset yang dilakukan oleh American Association for the Advancement of Science (AAAS), sekitar delapan juta ton sampah plastik beredar di lautan dunia setiap tahunnya.

Tidak hanya di hulu. Sampah plastik juga telah merusak lingkungan sejak awal produksi pembuatannya. Setiap tahun dibutuhkan 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon untuk produksinya. Proses yang sangat tidak hemat energi.

Maka, sejumlah aktivis lingkungan telah mendesak pemerintah disetiap negara untuk terlibat dalam upaya mengurangi sampah plastik ini.

Apa yang dilakukan oleh pemerintah Inggris memang bukan yang pertama di dunia. Pada tahun 2007 jaringan toko Marks and Spencer utamanya dibagian makanan sudah terlebih dulu mengenakan biaya 5 pence bagi satu kantong plastik.

Pada tahun 2014, California menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang memiliki undang-undang melarang penggunaan kantong plastik.

Dr Jenna Jembeck, kepala tim ilmuwan dari Universitas Georgia, AS, meminta negara-negara kaya agar mengurangi konsumsi barang-barang plastik sekali pakai, seperti tas belanja. Sementara itu negara-negara berkembang dipinta untuk meningkatkan pengelolaan limbah mereka.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0
About Syakib 252 Articles
Suka nulis dan suka baca tapi gak suka ngedit jadi suka typo dan gak sesuai EYD tulisannya...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*