Jakarta: Kapan Punya Stadion?

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Oleh: Khalidah Nizma Fritz

Bertemu dan mendengarkan langsung apa kata warga Jakarta, adalah pengalaman yang sangat berharga bagi Mas Anies dan Bang Sandi. Dari cerita perjalanan mereka, ada satu hal yang selalu didengar keduanya, yaitu curhat warga Jakarta soal stadion yang tak kunjung ada.

“Saya ke mana-mana ketemu anak muda, bicaranya soal stadion. Saya ngobrol dengan Jakmania mereka cerita tentang kesulitan mereka. Saya juga mendengar cerita dari Aremania soal bagaimana Persija menggunakan stadion di Malang untuk tanding kandang,” kata Mas Anies.

Impian warga Jakarta untuk memiliki stadion sendiri, menggerakkan Mas Anies dan Bang Sandi untuk membangun stadion bertaraf internasional, kelak ketika mereka memimpin Jakarta.

“Sebuah kota harus bisa memfasilitasi hampir semua aspek yang menjadi aspirasi kolektif warganya,” tutur Mas Anies.

Mas Anies mengatakan dua alasan penting. Pertama, kalau warga Jakarta punya minat yang sangat besar pada olahraga sepakbola, pemerintahnya harus bisa memfasilitasi. Karena itulah kebutuhan warga. Kalau komunitas olahraga lain juga besar peminatnya, pemerintah tetap harus memfasilitasi.

“Ini adalah prinsip dasar demokrasi. Kebutuhan mayoritas warga diperhatikan dan diberi fasilitasnya,” kata Mas Anies.

Kedua, semua tempat yang punya potensi untuk warga berinteraksi, perlu diadakan. Mas Anies dan Bang Sandi akan membangun lebih banyak ruang untuk interaksi publik, misalnya stadion sepakbola. Mengenai di mana lokasinya, masih belum diumumkan secara resmi.

“Bayangkan saja kalau lokasinya diumumkan, ada yang mulai bangun warung, membeli tanah, dan sebagainya,” kata Mas Anies sambil tertawa.

Mas Anies bercerita, dalam mengakuisisi lahan yang besar, prosesnya bukan hanya harus manusiawi, tetapi juga harus adil. Apalagi kalau bangunannya berpotensi bisnis, maka proses transaksi harus adil dan bermanfaat untuk masyarakat.

 

Kontrak Politik

Menjelang pemilihan kepala daerah, janji membuat stadion sering diterima Jakmania, penggemar klub sepakbola Persija. Janji Mas Anies dan Bang Sandi pun diragukan banyak Jakmania. Ketika ditantang untuk membuat kontrak politik, Mas Anies menjawab ada sanksi yang lebih berat bila janji ini tidak ditepati.

“Tidak perlu ada kontrak politik. Bikin janji bukan cuma tanggung jawab di akhirat. Tagihannya langsung muncul di dunia. Di era digital ini, pasti ada rekaman pembicaraan kami. Putar saja terus. Kalau tidak ditepati, bisa mempermalukan diri sendiri,” ujar Mas Anies.

Soal sumber dana untuk membangun stadion, menurut Mas Anies dan Bang Sandi, harus dengan cara kemitraan. Kalau hanya mengandalkan dana APBD saja tidak cukup. Pembangunan fasilitas publik akan menarik minat investor, apalagi pembangunan fasilitas olahraga favorit yang disukai hampir seluruh lapisan masyarakat, yang juga dipandang sebagai sektor bisnis dan pariwisata

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*