IPPNU Terpilih Menjadi OKP Paling Berprestasi Kemenpora 2016

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menetapkan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) sebagai organisasi kepemudaan (OKP) berprestasi tahun 2016. IPPNU, yang bernaung di bawah NU, lebih beruntung dari 25 OKP lain yang mendaftar program pemilihan OKB Tingkat Nasional 2016.

IPPNU dinyatakan sebagai pemenang tahun ini setelah mengumpulkan 285 poin. Sedangkan peringkat kedua diraih PMKRI (280 poin), lalu posisi ketiga IPM (277 poin). Untuk juara harapan I dan harapan II direbut Kopri PMII (270 poin) dan CIMSA (266 poin).

_timthumb-project-code

Pengumuman pemenang OKP Berprestasi Kemenpora 2016 oleh Dewan Juri.

Tercatat organisasi tersebut mampu meyakinkan para dewan juri melalui presentasi sejumlah program andalan yang dipersiapkan, dan mengalahkan 25 OKP yang mendaftar program Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi Tingkat Nasional 2016.

“Selamat kepada IPPNU yang telah menjadi juara. Hadiah untuk para pemenang akan dilaksanakan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Palangkaraya, Kalimantan Tengah,” ujar ketua juri penilai yang juga menjabat sebagai anggota DPR RI, MY Esti Wijayanti usai pemilihan OKP Berprestasi Tingkat Nasional 2016 di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (24/10).

Esti mengatakan, pihaknya telah melakukan verifikasi administrasi terhadap OKP tersebut, dimana setelah disaring menjadi 10 besar dan para peserta diminta untuk mempresentasikan program kerja, capaian hingga kegiatan yang dilakukan di tengah-tengah masyarakat.

Organisasi yang lolos 10 besar adalah IPPNU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), FORTANAS, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PB PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI), Center for Indonesian Medical Student Activities (CIMSA), Korps HMI Wati (KOHATI) dan Indonesia Student and Youth Forum.

Dewan Juri OKP Berprestasi 2016 Kemenpora, dri kiri ke kanan: Yaqut Cholil Qoumas, Indra J Piliang, Rahmat HS, Drs. Sanusi, M.H dan MY Esti Wijayanti

Dewan Juri OKP Berprestasi 2016 Kemenpora, dri kiri ke kanan: Yaqut Cholil Qoumas, Indra J Piliang, Rahmat HS, Drs. Sanusi, M.H dan MY Esti Wijayanti

Memang, jumlah peserta yang mendaftar pada program ini bisa dikatakan cukup minim. Sebab, di Indonesia jumlah OKP bisa mencapai ratusan.

“Proses pendaftaran lomba ini dilakukan secara terbuka. Bahkan, OKP yang sudah terdaftar di Kemenpora juga dihubungi supaya mengikuti pemilihan. Lalu kenapa yang daftar hanya 26, kemungkinan ada syarat yang belum bisa dipenuhi seperti organisasi terkait harus punya cabang di provinsi, kabupaten/kota. Juga usia kepengurusan sesuai UU kepemudaan (maksimal 30 tahun),” jelas Esti.

Sementara itu, Rachmat HS selaku juri penilai lainnya mengatakan, program pemilihan OKP berprestasi ini digelar untuk membangun karakter pemuda di Indonesia. Program yang sudah memasuki tahun ketiga ini diharapkan bisa dilaksanakan setiap tahun karena mampu membangkitkan semangat organisasi kepemudaan untuk menjadi lebih baik.

“Semua peserta melakukan presentasi dengan cukup baik, bisa dibilang cukup ketat. Tapi kami harus menentukan mana-mana yang terbaik dari mereka,” ujar Rachmat.

Dicari dengan kata kunci:

  • program kemenpora 2016

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'