Inilah Tim Sukses Jürgen Klopp di Liverpool

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook73Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Terpilihnya Jürgen Klopp sebagai manajer Liverpool dianggap sebagai proyek merevolusi tim berjuluk The Reds. Liverpool yang telah lama tidak merasakan manisnya menjadi juara liga domestik membutuhkan sentuhan midas dari seorang manajer juara agar lekas kembali berjaya.

Klopp memulai langkahnya membangunkan raksasa yang tertidur Liverpool dengan menghadapi Tottenham Hotspur di Stadion White Hart Lane. Langkah yang berat sepertinya. Tetapi Klopp punya pasukan khusus yang akan membantunya menyiapkan tim melawan Spurs dan juga lawan-lawan lain sampai akhir kompetisi nanti.

Siapakah saja mereka orang-orang pilihan dan kepercayaan Klopp dan orang-orang yang sudah ada dan mengabdi bertahun-tahun di LFC?

Zeljko Buvac

Jabatan: Asisten Manajer
Usia: 54 tahun
Kebangsaan: Bosnia

Zeljko Buvac (kiri)

Zeljko Buvac (kiri)

Pada saat karier bermainnya, pria Bosnia ini adalah seorang gelandang menyerang yang bermain di Rudar Ljubija dan Banja Luka di Bosnia. Pada 1991, dia pindah ke Jerman untuk bergabung dengan Rot-Weiss Erfurt (1991-92) lalu selama tiga tahun bergabung dengan Mainz 05 (1992-95) sebelum mengakhiri karier bersama Neukirchen (1995-98).

Karier kepelatihannya dimulai pada 1998 di klub terakhirnya tersebut yang berlaga di kasta keempat sepak bola Jerman, pada usia 36 tahun. Lantas empat tahun kemudian, Klopp mengajaknya bergabung dengan Mainz 05 sebagai asisten pelatih. Itulah awal dari perjalanan sukses duet mereka. Mainz mereka bawa promosi ke Bundesliga, pertama kali dalam sejarah klub. Tak hanya itu, Mainz kemudian mendapat jatah tiket ke Eropa hasil dari prestasi mereka di klasemen Bundesliga.

Kebersamaan berlanjut ke Borussia Dortmund, setahun setelah mereka mundur dari Mainz yang gagal mereka bawa lagi promosi setelah terdegradasi dari Bundesliga pada 2007. Mereka mewarisi Dortmund yang nyaris degradasi dari Bundesliga, peringkat 13 klasemen akhir musim 2007-08. Pada akhirnya, Dortmund mereka bawa menjadi juara Bundesliga dua kali beruntun (2011 dan 2012), ditambah 1 gelar DFB Pokal, dan 3 gelar DFL-Supercup.

Secara total, Buvac telah berpartner dengan Klopp selama 14 tahun sebagai asistennya. Buvac adalah ‘Otak’ bagi Klopp, merupakan arsitek bersama dari gaya bermain ‘tancap gas’ sebuah gaya bermain dengan pergerakan kecepatan tinggi, menekan lawan tanpa henti untuk merebut kembali penguasaan bola lalu menyerang balik dengan cepat.

“Zeljko adalah jelmaan pakar sepak bola dan menguasai segala bentuk pola latihan,” kata Klopp tentang asistennya itu.

Peter Krawietz

Jabatan: Asisten pelatih
Usia: 43 tahun
Kebangsaan: Jerman

Krawietz

Jika Buvac adalah ‘Otak’ maka Krawietz adalah ‘Mata’ menurut Klopp karena kehandalannya sebagai analis video dan pemantau tim sendiri juga tim lawan. Jadi Krawietz berperan besar dalam menyajikan informasi lengkap nan detil tentang perkembangan para pemain sekaligus mengetahui kekuatan dan kelemahan para pemain lawan.

Pria yang tidak punya riwayat sebagai pesepakbola profesional itu menjadi kepala pemantau saat mendampingi Klopp di Mainz 05. Lalu saat diajak serta ke Dortmund, Krawietz menjadi asisten pelatih. Sama seperti Buvac, Krawiets menjadi partner Klopp selama 14 tahun.

Meski tak sempat mengenyam pengalaman berkompetisi sebagai pemain profesional, bekal ilmunya sebagai mahasiswa olah raga di Universitas Mainz menjadi modal besarnya. Selain itu semasa mahasiswa dia melakukan penelitian dengan topik analisa video.

Krawietz juga menyajikan analisa cepat pertandingan babak pertama untuk dipaparkan pada saat istirahat paruh babak. Tidak selalu memang, hanya pada saat-saat penting dan dirasa permainan tidak berjalan sesuai rencana maka video dan informasi tersebut akan menjadi bahan diskusi dan Klopp yang akan memutuskan.

Pepijn Lijnders

Jabatan: Pelatih pengembangan tim utama
Usia: 32 tahun
Kebangsaan: Belanda

pepijn

Masih muda tetapi mempunyai reputasi hebat dan sangat dihormati dalam mengembangkan bakat-bakat muda. Sangat impresif dalam perannya di Akademi Liverpool (Liverpool U16) sejak kedatangannya dari FC Porto pada Agustus 2014. Saat itu, beberapa metodenya bahkan sudah diperkenalkan di tim utama yang saat itu dibesut Brendan Rodgers.

Lijnders memulai karier melatih di PSV Eindhoven dari 2002 sampai 2007 dan berjasa mengembangkan pemain berbakat seperti memphis Depay. Lalu pindah ke Porto (2007-2014). Salah satu nama yang menonjol berkat tangan dinginnya adalah Ruben Neves. Pemain berumur 18 tahun yang menjadi pilihan reguler di tim utama Porto, bahkan sudah mengenakan ban kapten pada banyak kesempatan, jadilah Neves kapten termuda sepanjang sejarah Porto.

Di Liverpool dia fokus meningkatkan kemampuan intelejensia dan membuat keputusan dari para pemain. Lijnders juga spesialis dalam melatih satu per satu pemain dan sangat berkomitmen pada sepak bola menyerang. Dia dan Klopp akan cocok secara filosofi permainan, simak kata-katanya ini saat masih di bawah Rodgers.

“Gaya permainan kami adalah menyerang, dengan dan tanpa bola. Kami menyadari bahwa permainan ini dimainkan dengan satu bola, bola kami, dan kami mencuri kembali penguasaan bola di mana pun di lapangan dan kami menggunakannya untuk menyerang lawan. Tidak peduli siapa lawan kita, kita akan menekan mereka di daerah mereka dan agresif dan kami akan menyerang dan menyerang mereka lagi. Anda dapat membuat tim top atau pemain top terlihat buruk dengan menekan mereka secara intens dan agresif.”

Ryland Morgans

Jabatan: Kepala Kebugaran dan pengkondisian
Usia: –
Kebangsaan: Wales

Ryland

Sosok yang juga menjadi pelatih kebugaran untuk timnas Wales ini bertanggung jawab akan kebugaran para pemain, aspek-aspek pengkondisian latihan, aspek-aspek persiapan latihan, membuat program latihan kebugaran dan diet. Semuanya itu untuk memastikan para pemain kuat menjalani kompetisi sekeras Premier League, pulih secepat mungkin dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.

Ryland yang juga aktif membuat publikasi penelitian di Cardiff Metropolitan University ini didatangkan oleh Brendan Rodgers dari Swansea City pada 2012. Sebelumnya, Ryland sudah malang melintang bersama klub-klub seperti Nottinham Forest, Nothampton Town, dan Fulham.

Dia juga memakai teknologi untuk memonitor secara detil dan menyeluruh kondisi kebugaran para pemain. Data-data tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan manajer dan staf-staf lainnya. Cara dan hasil kerjanya telah menuai banyak pujian, salah satunya dari Steven Gerrard. Menurut sang legenda Liverpool ini, Ryland adalah pelatih kebugaran yang sangat bagus dan menyebut metode latihannya dengan kata ‘brutal’.

John Achterberg

Jabatan: Pelatih kiper
Usia: 44 tahun
Kebangsaan: Belanda

Achterberg

Achterberg adalah pelatih kiper yang disegani, salah satunya karena sikap profesionalnya. Bahkan semasa karier bermainnya, dia dipuji oleh mantan manajer Aston Villa dan Tranmere sebagai pemain paling profesional yang pernah bekerja sama dengannya.

Legenda Tranmere ini bergabung dengan staf kepelatihan Liverpool pada 2009 dengan jabatan sebagai pelatih kiper tim cadangan dan akademi. Lantas dua tahun kemudian, saat pelatih kiper Mike Kelly meninggalkan Liverpool mengikuti Roy Hodgson yang dipecat Liverpool, Achterberg naik pangkat menjadi pelatih kiper tim utama.

Staf-staf lainnya:
– Chris Morgan, kepala fisioterapis
– Jordan Milsom, pelatih rehabilitasi kebugaran
– Paul Small, masseur/pijat
– Lee Radcliffe, koordinator perlengkapan pemain
– Graham Carter, kit man
– Barry Drust, Konsultan sports science
– David Rydings, asisten pelatih rehabilitasi dan kekuatan
– Matt Konopinski, Fisioterapis
– Pedro Philippou, Terapis Olahraga
– James French, Analis Performa
– Ruben Pons, Fisioterapis
– Scott McAuley, Fisioterapis

Dicari dengan kata kunci:

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook73Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *