EUFORIA – Revolusi Musik Indonesia

Musik Indonesia Mati Suri, demikian komentar singkat Bim Bim salah satu personel musik SLANK. “Industri Musik akhir-akhir ini sedang menurun karena pembajakan ada di seluruh Indonesia, semangat para musisi pun ikut menurun. Sulit sekali promo album dan jual CD album” Demikian ujar Bim Bim pada harian Pikiran Rakyat akhir tahun silam.

Senada dengan BimBim, Bondan Prakoso pun mengamini kalau musik indonesia sedang mati suri. Tidak tegasnya hukum membuat salah satu sebab pembajakan masih terus dilakukan. “Benahi sistem dan penegakan hukum. Kayaknya sudah enggak ada alasan untuk tidak berindie karena industrinya enggak maju. Jadi kita jalan sendiri,” ujar Bondan Prakoso di kutip dari Bintang.com

Lesunya pasar musik tak membuat berbagai group band berpangku tangan. Endank Soekamti misalnya, Band yang digawangi Erix Soekamti, Dorry Soekamty dan Arie Soekamti ini tetap berkibar di jalur Indie. Tahun 2011 mereka mendirikan label yang digelari Euforia Records selain itu mereka juga mendirikan production house Euforia Audio Visual. Selain klip mereka sendiri Euforia juga mengerjakan klip beberapa band lain. Selain The Rain – Terlatih Patah Hati dan Gagal Bersembuyi. Video Klip terbaru Nidji Selalu Menjagamu dikerjakan oleh Erix dkk.

Terbaru, Euforia mengumpulkan berbagai kalangan untuk bergabung di Euforia Music Ecosystem. Seperti apa bentuknya? Di dalam video hariannyanya DOES – Erix Soekamti menggambarkan kalau Euforia Music Ecosystem ini adalah sebuah kumpulan berbagai macam orang orang yang terlibat dalam sebuah lingkaran musik indonesia. Ada pemusik, ada Record label, ada media musik, ada Eo, ada investor dan berbagai macam orang yang terkait dalam industri musik indonesia.

Rencananya Euforia Music Ecosystem ini akan di launching awal tahun 2016. Untuk mengetahui perkembangannya Urbaners bisa mendaftar di http://www.euforia.id/  Merdeka dalam berkarya, mandiri dalam bekerja.

Endank Soekamti, sepertinya paham benar soal pasar yang bisa dibangun. Mereka sukses memasarkan album angka 8 dengan cara indie. Setelah angka 8, EnSoe sukses menggarap album KolaboraSoe yang berkolaborasi dengan berbagai musisi. Bahkan album KolaboraSoe ini mendapatkan penghargaan di acara Anugerah Musik Indonesia untuk kategori Karya Produksi Alternative Terbaik.

Setelah angka 8, Endank Soekamti juga siap meluncurkan album baru yang pengerjaannya mereka selesaikan selama satu bulan di sebuah gili di Lombok  (Gili Sudak)

Mari kita tunggu gebrakan Euforia.id selanjutnya.  Mengutip Efek Rumah Kaca – Pasar Bisa Diciptakan

Dicari dengan kata kunci:

  • euforia id
  • euforia record
  • euforia records
  • euforia endank soekamti
  • alamat euforia audio digital
  • bergabung di euforia
  • euforia audio visual
  • euforia recored
Temukan Saya

Arista Budiyono

Tukang Nulis dan Nonton at Infosuporter
Saat ini sepakbola Indonesia hanyalah permainan dan sedau gurau belaka
Temukan Saya

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'