Daniele De Rossi dan 10 Pesepakbola Paling Loyal di Liga Champions 2015-16

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook10Share on Google+2Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Sesuatu yang langka dalam sepak bola modern adalah pesepakbola yang bermain hanya untuk satu klub sepanjang kariernya. One-club men, sebutan hebat untuk segelintir figur pemain yang mampu menjadi pilihan reguler di klub yang dia bela, lalu setia dengan klub tersebut meski tawaran selalu datang untuk membuat mereka meninggalkan klub tersebut.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:
* Inilah Tim Sukses Jürgen Klopp di Liverpool
* 10 Pesepakbola dengan Penjualan Jersey Terlaris 2015
* Diego Costa dan 10 Pesepakbola ‘Kotor’
* Mourinho vs Wenger dan 10 Rivalitas Panas Antar Manajer
* Luke Shaw & 10 Cedera Horor dalam Sepak Bola

Bicara tentang One-club men, sulit untuk tidak menyertakan sosok Daniele De Rossi yang pada akhir pekan lalu (18 Oktober) memainkan laga ke-500 bersama AS Roma saat melawan Empoli di Stadion Olimpico. Genap 14 tahun sejak dia membuat debut untuk Roma di ajang Liga Champions melawan Anderlect pada Oktober 2001.

De Rossi merayakannya dengan gemilang, Roma menang dan dia sendiri mencetak gol kedua dari kemenangan 3-1 tersebut. Secara total, dari 500 laga tersebut, pemain kelahiran 24 Juli 1983 itu telah menyumbang 52 gol. Bukan jumlah sedikit untuk seorang gelandang bertahan yang juga pernah dimainkan sebagai bek tengah itu.

Selama 15 musim membela Roma, De Rossi memang belum pernah merasakan nikmatnya Scudetto atau juara Liga Italia, hanya pernah mengantar tujuh kali menjadi runners-up. Gelar tertingginya bersama Roma adalah 2 Coppa Italia dan satu Supercoppa Italiana. Pengagum Steven Gerrard dan Roy Keane ini memang terhitung sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Andai De Rossi mau pindah, tentu karier sepak bolanya akan penuh gelimang gelar mengingat klub yang meminatinya adalah klub-klub besar seperti Manchester United, Real Madrid, Chelsea, Juventus, dan Manchester City.

Selain De Rossi, ada beberapa pemain aktif lain juga yang setia dengan satu klub sejak membuat debut profesionalnya sebagai pesepakbola, Obrolan Urban memilih 10 One-club men yang masih bermain, yang berasal dari klub-klub peserta Liga Champions musim 2015-16.

1. Francesco Totti (Roma)

francesco-totti

Rekan satu klub De Rossi ini adalah yang terhebat dalam urusan loyalitas. Pangeran Roma ini telah 23 musim membela Giallorossi, dari usia 17 tahun hingga sekarang 39 tahun, memainkan lebih dari 700 laga dan mencetak 300 gol untuk Roma di semua ajang kompetisi. Dia sementara ini menjadi pencetak gol terbanyak deua sepanjang masa di Serie A dengan 244 gol, hanya di bawah Silvio Piola (275 gol).

Musim ini adalah musim terakhirnya bersama satu-satunya klub yang dia bela selama karier sepak bolanya. Klub yang dia dukung sejak bocah. Boleh jadi koleksi gelar Totti hanya satu Scudetto dan dua Coppa Italia tetapi reputasinya sebagai legenda sepak bola dunia tak terbantahkan. Setelah ini Totti akan mengikuti legenda-legenda bola lainnya yang juga One-club men seperti Paolo Maldini, Franco Baresi, Ryan Giggs, Paul Scoles dll.

2. Andrés Iniesta (Barcelona)

Andres Iniesta

Membela Barcelona sejak dari La Masia hingga sekarang menjadi kapten. Masa baktinya sudah memasuki tahun ke-13 bersama Blaugrana. Bermain untuk klub sebesar Barcelona yang punya tradisi mendatangkan para pemain bintang tentu tidak mudah dan untuk bertahan bertahun-tahun sebagai pilihan reguler di tim utama. Iniesta tak sekadar pilihan reguler, dia salah satu bintang utama dari tim Emas Barcelona.

Sejak melakukan debutnya pada 29 Oktober 2002 melawan Club Brugge di ajang Liga Champions, Iniesta telah bermain sebanyak 557 kali dan ikut menyumbang sedikitnya 25 trofi mayor untuk Barcelona. Iniesta menjadi penampil terbanyak ketiga sepanjang masa untuk Barcelona, hanya di bawah Xavi (767) dan Carles Puyol (593). Dengan karunia bakat hebat dan karakter pekerja keras tentu Iniesta pernah menarik minat klub-klub lain seperti Manchester United dan Manchester City.

3. Lionel Messi (Barcelona)

Lionel Messi

Meski dianggap mustahil karena dipastikan harus mengeluarkan uang yang jumlahnya luar biasa banyak, namun rumor bahwa pemegang rekor empat kali Ballon d’Or ini hengkang dari Barcelona memang cukup kencang berhembus. Sejumlah klub peminat seperti Manchester City, Manchester United, Chelsea, dan Paris Saint-Germain harus menebus klausul rilisnya sebesar £195 juta atau setara dengan 4 triliun rupiah! Jika mengacu kepada regulasi Financial Fair Play, hanya United yang bisa mendatangkannya.

Selain harga yang sensasional, klub peminat juga berhadapan dengan keinginan pribadi Messi yang berkali-kali menyatakan ingin selamanya di Barcelona. Klub yang telah dibelanya selama 11 musim sejak debut pada 16 Oktober 2004, 493 laga dengan 418 gol. Seperti halnya Iniesta, Messi juga berperan sangat besar bagi datangnya 25 trofi mayor untuk Barcelona.

4. Sergio Busquets (Barcelona)

Sergio Busquet

Boleh jadi nama Sergio Busquets tak setenar Andres Iniesta apalagi Lionel Messi. Tetapi perannya di tim
Barcelona tak tergantikan. Banyak pujian datang dari sosok-sosok besar sepak bola yang menghargai skillnya, seperti dari Johan Cruyff, Vicente del Bosque, dan Cesar Luis Menotti.

Penting dan tak tergantikannya sosok Busquets terlihat bahwa baru dalam 8 musim bersama Barcelona, pria berumur 27 tahun ini telah menorehkan catatan 331 laga di semua ajang dengan 20 trofi besar menyertainya. Kemampuan dan prestasi besar jelas tak mungkin tanpa godaan. Arsenal dan Paris Saint-Germain merupakan klub yang meminati jasanya.

5. Thomas Müller (Bayern Munich)

Thomas Muller

Pilihan utama manajer dan favorit para fans Bayern Munich. Jika Totti adalah Roma itu sendiri, John Terry adalah Chelsea, maka Thomas Müller adalah Mr. Bayern Munich. Baik Müller dan Bayern seperti telah ditakdirkan berjodoh. Pada umurnya yang baru 26 tahun, Müller sudah menjadi legenda klub, pemain yang tidak dijual. Setidaknya seperti itulah penolakan pihak klub saat Manchester United menunjukkan minatnya pada bursa transfer musim panas 2015 lalu.

Sejak debut pada musim 2008-09, lalu diorbitkan oleh Louis van Gaal pada musim 2009-10, Müller langsung menjadi pilihan reguler pada musim-musim berikutnya dan berperan pada banyaknya gelar yang diraih Die Roten. Pemain yang menggambarkan dirinya sebagai Raumdeuter atau si penafsir ruang ini telah tampil 317 laga dan menyumbang 138 gol bagi Bayern. Membantu Bayern meraih 12 gelar juara dalam kurun waktu 8 musim.

6. John Terry (Chelsea)

John Terry

Captain, leader, legend. Demikian salah satu banner yang selalu terpasang di bagian dalam stadion Stamford Bridge untuk John Terry. Betapa tiga kata tersebut mewakili sosok Terry bagi klub dan pendukungnya. Terlepas pernah sempat dipinjamkan sebentar ke Nottingham Forest, Terry adalah Mr. Chelsea.

Rekor 677 penampilan menunjukkan bahwa Terry selalu menjadi andalan setiap musimnya. Kapten paling sukses dalam sejarah klub ini telah menjadi pemimpin di lapangan sejak Desember 2001, jelang ulang tahunnya yang ke-21. Di bawah kepemimpinannya, The Blues meraih 16 trofi juara dengan 13 di antaranya adalah trofi mayor. Kontrak Terry akan berakhir pada akhir musim 2015-16 nanti, saat usianya menginjak angka 35 tahun lebih. Akankah kembali diperpanjang atau memilih pensiun jika tidak diperpanjang setelah mengabdi selama 18 tahun?

7. Igor Akinfeev (CSKA Moskow)

Igor Akinfeev

Kebanyakan pemain dengan kualitas seperti Akinfeev tentu menjadi buruan klub-klub besar dari Liga-liga terkemuka Eropa seperti Manchester United, Arsenal, Chelsea, dan AC Milan. Namun kiper muda terbaik Eropa 2008 ini setia dengan CSKA Moskow. Tahun ini menjadi musim ke-13 kiper kelahiran Moskow bersama CSKA.

Dengan umur sudah mencapai 29 tahun dan status kapten yang disandangnya, rasanya Akinfeev akan melanjutkan dan mengakhiri karier di CSKA. Klub yang telah dibawanya juara Premier League Rusia sebanyak 5 kali, enam kali juara Piala Rusia, dan 1 trofi Piala UEFA.

8. Sabri Sarıoğlu (Galatasaray)

sabri sarioglu

Sejak diberi kesempatan membuat debut pada usia 17 tahun oleh Mircea Lucescu, Sabri Sarıoğlu selalu bersama Galatasaray. Bagi mayoritas penggemar sepak bola, nama Sarıoğlu memang kurang akrab didengar, tetapi para pendukung Galatasaray sangat mencintainya.

Bek kanan yang bisa dimainkan sebagai sayap ini telah bermain sedikitnya 407 laga untuk Cim-Bom, bisa lebih banyak lagi jika dia tidak berkonflik dengan manajer Roberto Mancini dan Cesare Prandelli. Dan sebagai seorang bek koleksi 21 golnya patut dibanggakan. Seperti halnya pemain-pemain loyal lain yang membela klub terkemuka di negaranya, Sarıoğlu ikut memanen banyak gelar. Total 13 trofi mayor pernah dihadirkannya. Sabri juga pernah menjabat sebagai salah satu kapten klub sejak dari September 2011 hingga akhir musim 2013-14.

9. Maxime Gonalons (Olympique Lyonnais)

Pemain yang loyal biasanya juga seorang kapten tim? Mungkin ada benarnya. Totti, Terry, Akinfeev, Iniesta, Sarıoğlu, dan pemain lain seperti Messi dan De Rossi menjadi deputi kapten, maka Gonalons pemain dengan masa bakti terlama di Lyon pun menjadi kapten tim.

Usia masih 26 tahun, usia emas untuk pesepakbola, masih sangat mungkin klub lain meminati jasanya lalu meminangnya. Sebut saja Arsenal, Napoli, dan Paris Saint-Germain yang meminatinya pada awal musim 2013-14. lalu kembali pada awal musim lalu Arsenal memperbaharui ketertarikannya pada sang pemain. Namun Gonalons telah membulatkan tekadnya untuk terus bersama.

10. Vyacheslav Malafeev (Zenit Saint Petersburg)

Vyacheslav Malafeev

Kompetitor Akinfeev di timnas Rusia ini telah 14 tahun mengabdi untuk juara Premier League Rusia Zenit Saint Petersburg. Mengundurkan diri dari timnas Rusia setelah kematian istrinya demi memiliki lebih banyak waktu dengan anak-anaknya. Bahkan dia rela meinggalkan Zenit jika memang diperlukan. Sebelum tragedi tersebut karier Malafeev begitu cemerlang, ada 9 gelar besar dipersembahkannya.

Saat ini dia hanya menjadi deputi bagi kiper utama Yuri Lodygin. Senja kariernya telah menjelang, umur 36 tahun dan dia akan segera pensiun dengan status one-club men.

Dicari dengan kata kunci:

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook10Share on Google+2Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *