Daarul Qur’an Gelar Wisuda Akbar 6

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Intelektual Mesir Syaikh Muhammah Rasyid Ridha pernah memperingatkan,

“…lemahnya umat Islam pada abad pertengahan, ditandai dengan hancur dan hilangnya kekuasaan dan kerajaan mereka, tiada lain penyebabnya adalah karena menjauhnya mereka dari tadabur, membaca, dan mengamalkan Al Qur’an” (Mukhtashar Tafsir Al Manar 3:170).

Peringatan itu sesuai dengan wasiat Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat beberapa kaum dengan Kitab ini (Al-Qur’an) dan (juga) menghinakan dengannya kaum yang lain” (HR Muslim dan Ibnu Majah).

Sebagaimana kita mafhum, Al Qur’an berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia (Al Baqarah: 185). Malam turunnya adalah malam kemuliaan (Al Qadr:1) yang penuh keberkahan (ad-Dukhan: 3). Ia adalah bacaan yang agung (Qaf: 1), lagi mulia (Shad: 1), berbahasa Arab yang jelas dan terang (Fusshilat: 3), mudah diingat dan dipelajari oleh siapa pun yang hatinya bersih (Al Qamar: 17), serta banyak berisi petunjuk bagi manusia namun direspon negatif (kekufuran) oleh banyak orang (Al Isra’: 89).

Ironisnya, menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2013, ada sekitar 54 persen dari total populasi umat Islam di Indonesia yang tidak bisa membaca Al-Qur’an.

Sementara itu survei yang dilakukan oleh Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, 65 persen umat Islam di Indonesia buta aksara Al-Qur’an. Sebanyak 35 persennya hanya bisa membaca Al-Qur’an saja, sedangkan yang mampu membaca dengan benar hanya 20 persen.

Sedang survey yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia bersama Goethe Institute juga menunjukkan hasil yang memprihatinkan. Survey yang dirilis pada 14 Juni 2011 itu mencatat kaum muda Muslim di sejumlah kota besar yang selalu membaca Al-Qur’an hanya 10,8 persen, yang sering 27,5 persen, yang kadang-kadang 61,1 persen, dan yang tidak pernah 0,3 persen.

Ketua Umum LSM Ummi Maktum Voice, Entang Kurniawan, menyebut dari sekitar 2 juta tune netra Indonesia baru 10% diantaranya yang bisa membaca Al-Qur’an Braille (hidayatullah.com, 22/12/2010).

Itulah tantangan besar bagi gerakan dakwah di Indonesia, termasuk buat Daarul Quran. Lembaga yang didirkan oleh ustadz Yusuf Mansur ini sejak awal bekhidmat pada dakwah Al-Qur’an dalam bentuk mencetak sebanyak-banyaknya penghafal Al-Qur’an.

Selain pusatnya di Tangerang, Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an juga telah mewujud di berbagai kota seperti Cikarang (Jawa Barat), Pesawaran (Lampung), dan Ungaran (Jawa Tengah), serta Banyuwangi (Jawa Timur). Insya Allah menyusul berikutnya di Bandung, Cilegon, Malang, Makassar, Muaro Jambi, dan beberapa daerah lainnya.

Syeikh-Bashfar

Daarul Qur’an juga mendirikan Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Takhassus yang full-beasiswa di Cinagara Bogor, Cimanggis Depok, dan Karawang. Daarul Qur’an pun mendirikan dan membina serta bermitra dengan ratusan Rumah Tahfidz yang merupakan kemasan minatur pesantren.

Pemuliaan Qur’an juga dilakukan melalui Program Qur’an Call dan Mobile Qur’an. Qur’an Call merupakan layanan bimbingan membaca dan menghafal Qur’an yang bisa diakses publik 24 jam melalui nomor telepon +62-21-500 311.

Mobile Qur’an adalah ikhtiar mensosialisasikan Qur’an kepada anak-anak sekolah dan pesantren dengan dukungan piranti audio-6sual yang menarik bagi mereka.

Alhamdulillah, Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an kini menjadi ikon pesantren modern nasional bahkan internasional. Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an, dipilih oleh Lembaga Tahfidz Internasional Al-Haiah Al-‘Alamiyyah Li Tahfizhil Quran sebagai Yayasan Al-Qur’an terbaik di dunia.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas perkembangan dakwah dan syiar Qur’an dari tahun ke tahun, maka Daarul Qur’an mempersembahkan acara Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Qur’an.

Wisuda Akbar pertama dan kedua dilaksanakan tahun 2010 dan 2011 di Masjid At-Tiin TMII. Wisuda Akbar III dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Semarang tahun 2012. Dan wisuda akbar IV dan V dilaksanakan di Gelora Bung Karno Jakarta tahun 2013-2014.

Untuk tahun ini Wisuda Akbar 6 akan digelar serentak di 5 kota; Jakarta, Yogyakarta, Kediri, Palembang dan Makasar. Dengan harapan semakin banyak pihak yang terlibat dalam mensukseskan agenda tahunan ini sebagai amal jaariah untuk kita persembahkan kepada Allah. Dan surah yang kami ujikan ssebagai syarat mengikuti WA 6 ini adalah Surah Qof, Surah As-Shoff dan Surah Albaqoroh ayat 101-157.

Pelaksanaan Wisuda Akbar 6 didahului dengan tes hafalan calon peserta wisuda di kota tempat penyelenggaraan wisuda dan sekitarnya. Ditambah para pendamping, pengiring, dan peminat pada acara ini, maka Wisuda Akbar 6 insya Allah dihadiri sekitar 200.000 orang.

AlP7vsnp68vUTH02XWEX5VBLVSoXbZBgIkKiNzok041F

Seperti tahun-tahun sebelumnya gelaran Wisuda Akbar 6 juga akan dihadiri oleh tamu internasional seperti Sekjen Liga Tahfidz Internasional Syaikh Abdullah Ali Basfar, Imam Masjid Quba dan Qiblatain Saudi Arabia Syaikh Al Waliid Shamsan, Dokter yang sekaligus Dai Ustadz Sagiran, Pendakwah Metode Menghafal Qurán Tersenyum Ustadz Bobby Herwibowo, Al Habib Ahmad Jamal bin Thoha Baagil, Ustadz Subkhi al Bughury, Syeikh Ahmad Al Kannas, dan Syeikh Ali Jaber.

Syeikh-Bashfar+UYM

Wisuda Akbar bukan sekedar perhelatan kolosal, namun ada misi besar, ada dream yang semoga Allah sempurnakan niat dan ikhtiar kita bersama. Misi besar itu adalah mengajak masyarakat kembali kepada Al-Qur’an dengan membaca, menghafal, dan mentadabburinya, sehingga selamat dunia dan akherat.

Selain itu, kegiatan ini menyiapkan generasi Qur’ani yang akan mengisi setiap lini kehidupan masa depan.

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *