Bermain di Cikini bersama Silampukau

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook8Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Kelompok musik folk asal Surabaya, Silampukau, akan mengisi seri reguler Bermain di Cikini pada tanggal 30 dan 31 Maret 2016 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Bermain di Cikini adalah seri yang digagas oleh Felix Dass, seorang penggiat musik yang berbasis di Jakarta. Sebelumnya, dua pertunjukan inisiasi telah sukses digelar pada bulan Januari 2016 yang lalu dengan menampilkan duo folk asli Jakarta, AriReda. Tiket kedua pertunjukan tersebut terjual habis.

Bermain di Cikini bersama Silampukau

Bermain di Cikini bersama Silampukau

“Saya jatuh cinta pada dengaran pertama dengan album Dosa, Kota dan Kenangan-nya Silampukau yang dirilis tahun 2015 yang lalu. Jadi ketika Bermain di Cikini mulai bergulir, bukan menjadi pilihan sulit untuk membuat mereka menjadi salah satu pengisinya. Seri ini memang ingin menggarap pengalaman dasar menampilkan pertunjukan musik selama dua hari berturut-turut di sebuah gedung pertunjukan yang cantik di Jakarta. DNA utamanya adalah kesederhanaan; musisi memainkan pertunjukan dengan sederhana sementara penonton juga disajikan tontonan yang menu utamanya musik, bukan gimmick-gimmick yang biasa diberikan orang ketika memainkan pertunjukan khusus,” terang Felix Dass panjang lebar.

Secara khusus, Bermain di Cikini ingin menciptakan sebuah kondisi di mana memainkan pertunjukan di gedung pertunjukan yang baik adalah kebiasaan. “Seharusnya tempat musisi memang di dalam gedung-gedung seperti ini. Memainkan pertunjukan dan semuanya jadi biasa untuk semua orang, bukan lagi luar biasa,” lanjutnya.

Silampukau pun merespon kesempatan ini dengan memboyong banyak bebunyian yang mereka rekam di album. “Setahun belakangan ini, kami mulai sering berkunjung ke Jakarta. Biasanya, kami main berdua, bertiga atau bahkan baru berempat dengan pemain drum. Kesempatan main di seri ini membuat kami bisa mengeksplor beberapa bebunyian yang tidak mungkin kami bawa di dalam set reguler. Jadi, apa yang disajikan di dalam album bisa terdengar dengan lebih komplit,” terang Kharis Junandharu dari Silampukau.

Selain dirinya, Silampukau juga diperkuat oleh Eki Tresnowening yang memberi keseimbangan di banyak bidang karya. Sampai hari ini, mereka telah merilis sebuah EP berjudul Sementara Ini dan album penuh Dosa, Kota dan Kenangan yang mendapat sambutan hangat sejak dirilis tahun lalu.

Album itu, telah dicetak sebanyak 3000 keping dan didistribusikan secara mandiri ke banyak tempat. Album itu membuat koor panjang jadi kebiasaan di kota-kota yang mereka singgahi. Respon baik juga diterima oleh album ini dari sejumlah media massa nasional. Majalah Tempo dan Rolling Stone Indonesia menjadikannya salah satu album musik terbaik mereka di tahun 2015.

Kejujuran cerita dan kesederhaan musik seolah menjadi perpaduan manis yang membuat musik folk Silampukau menjadi dekat dengan keseharian manusia kota besar. Fragmenfragmen Surabaya yang metropolis seolah menjadi kisah paralel yang relevan dengan hidup di Jakarta. Menu itulah yang akan disajikan di dua malam pertunjukan.

Tentang pertunjukan dua malam, Felix punya penjelasan tersendiri, “Berbagai macam disiplin seni pertunjukan lainnya punya kebiasaan untuk mementaskan menu mereka dalam beberapa hari. Musik belum banyak melakukan itu. Makanya Bermain di Cikini juga menantang musisi untuk bermain dua hari dengan set yang sama persis. Penonton diberikan pilihan untuk memilih mau pertunjukan yang mana.”

Menurut rencana, kedua pertunjukan ini juga akan direkam secara live baik audio maupun video. Silampukau juga akan memainkan sejumlah komposisi baru untuk materi EP baru yang langsung mereka rekam di dua pertunjukan ini.

Bermain di Cikini bersama Silampukau

Bermain di Cikini bersama Silampukau

Perekaman video akan dikerjakan oleh tim Soundquarium dari Qubicle yang akan merilis beberapa bagian terlebih dahulu di www.qubicle.id. Setelah itu, dvd konsernya akan dirilis untuk publik. Selain itu, dua pertunjukan ini juga didukung oleh perusahaan clothing independen Kamengski serta RURUradio.

Tiket untuk kedua pertunjukan ini bisa dipesan melalui email [email protected] sampai dengan Selasa, 29 Maret 2016. Apabila masih ada sisa tiket, penjualan di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, akan dimulai pukul 14.00 di hari pertunjukan.

Detail pertunjukannya adalah sebagai berikut:

Bermain di Cikini: Silampukau dan Kawan-Kawan 30 dan 31 Maret 2016 Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat

Pertunjukan dimulai pukul 20.00 WIB Harga tiket Rp.100.000

Pada saat rilis ini disebar, hanya tersisa sekitar 60 tiket untuk pertunjukan 30 Maret 2016 dan 40 tiket untuk pertunjukan 31 Maret 2016.

“Kami berharap teman-teman datang ke Teater Kecil Taman Ismail Marzuki nanti untuk melihat presentasi musik yang sedikit lebih komplit daripada biasanya,” ajak Eki Dimas. (*)

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook8Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *