Apa yang Harus Kita Ketahui dari Konferensi Perubahan Iklim di Paris

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Lebih dari 100 kepala pemerintahan dan 40.000 peserta lainnya bertemu pada 30 November lalu untuk membuka Konferensi PBB Tentang Perubahan Iklim yang akan berlansung selama dua minggi di Paris, Perancis. Dunia berharap pertemuan ini tidak mengulangi pertemuan-pertemuan sebelumnya yang tidak membawa perubahan berarti dalam menghindari perubahan iklim semakin parah.

Pada tahun 1997 lahir Protokol Kyoto dimana negara-negara peserta membangun kesepakatan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca mereka. Namun, beberapa negara seperti Amerika Serikat memilih untuk tidak berpartisipasi dalam perjanjian. Lainnya, seperti Kanada, meratifikasinya, tetapi akhirnya mengabaikan ketentuan-ketentuan yang disepakati.

Kemudian pendukung perubahan iklim mengatur sebuah konferensi pada tahun 2009 di Denmark untuk mencapai perjanjian komprehensif yang akan benar-benar mengarah pada pengurangan emisi. Tapi konferensi itu berlangsung buruk dengan China dan negara-negara lainnya menolak bekerjasama.

lalu bagaimana dengan perjanjian Paris? akankah mengulang dua pertemuan sebelumnya? Bila dua pertemuan sebelumnya melakukan pendekatan top-down maka pertemuan di Paris digunakan pendekatan bottom-up dimana negara-negara peserta akan mengajukan rencana dan strategi pengurangan emisi gas sesuai dengan kemampuan mereka sendiri. Perjanjian Paris akan membuat kerangka hukum untuk memverifikasi bahwa negara-negara peserta melaksanakan komitmen mereka untuk mengurani emisi dan menyediakan pendanaan bagi negara-negara miskin mengurangi emisinya.

Sebuah pendekatan bottom-up mungkin terdengar kurang ambisius dari standar internasional. Tapi para pendukung perubahan iklim berharap fleksibilitas ini memungkinakan setiap negara akan melaksanakan komitmen meraka yang telah diukur dengan kemampuan negara tersebut menjalankan. Inilah masalah dari Protokol Kyoto, negara tidak menjalankan komitmen karena sumber daya mereka tidak sanggup melaksanakannya.

Pertemuan Parsi datang pada saat ilmuwan mengatakan kepada kita bukti perubahan iklim lebih besar dari yang diprediksi sebelumnya. Suhu rata-rata mencapai rekor tinggi pada 2014. Pada tahun 2015 nanti PBB memperkirakan akan menjadi rekor terpanas. Menghadapi kenyataan ini negara-negara seperti Amerika Serikat, China dan Kanada telan menunjukkan minat yang baru dalam mengatasi perubahan iklim. Bahkan produsen minyak seperti Arab Saudi telah mengajukan rencana mengatasi pemanasan global

“Ada genderang yang luar biasa bahwa kita bisa mendapatkan jenis perjanjian ambisius di Paris” ujar Alden Meyer, Direktur Strategi dan Kebijakan di Union of Concerned Scientists, setelah China mengumumkan akan memulai program “Cap-and-Trade” tahun depan. “Tapi pekerjaan belum selesai”.

Isu Kunci dalam negosiasi

Banyak negosiator melihat faktor keuangan menjadi kunci untuk membuat sebuah kesepakatan yang kuat. Negara maju pada tahun 2009 telah setuju untuk membiayai proyek-proyek untuk mengatasi perubahan iklim di negara-negara berkembang dengan janji mengucurkan dana 100 miliar dollar Amerika pertahun dan dimulai pada tahun 2020. Namun banyak kritikus yang skeptis bahwa negara-negara kaya akan memenuhi komtmen tersebut. Sementara itu banyak negara-negara berkembang telah mengatakan mereka tidak akan mampu untuk menindaklanjuti bagian paling agresif dari rencana mereka sendiri dalam mengurangi perubahan iklim tanpa menerima dana bagian mereka.

Cara mengatasi proses dampak perubahan iklim juga akan menjadi titik perdebatan. Banyak dari negara-negara berkembang yang paling rentan di dunia, termasuk negara-negara pualu yang rendah yang bisa terhapu dari peta akibat kenaikan permukaan laut, ingin tahu bahwa masyarakat internasional akan mendukung upaya untuk melindungi tanah mereka bahkan jika dunia tidak berhasil memperlambat laju pemanasan global. (Time)

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+1Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *