Amerika Sangkal Keterlibatan Dalam Kudeta di Turki

Gesekan terjadi antara pemerintah Amerika Serikat dan Turki setelah proses kudeta militer yang gagal di Turki, Sabtu (16/7).

Melalui Sekretaris Negaa John Kerry Amerka menyesalkan pernyataan Presiden Turki Recep Tayyi[ Erdogan yang mengatakan kudeta gagal tersebut dirancang oleh Fethullah Gulen, cendekiawan Islam Turki yang tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat.

Dalam pidatonya setelah kudeta gagal tersebut Erdogan meminta Amerika untuk melakukan ekstradisi terhadap Gulen dengan alasan Turki telah banyak melakukan ekstradisi pada tersangka teroris ke Amerika.

“Jika kita adalah mitra strategis maka Anda harus menerima permintaan kami” ujar Erdogan.

Erdogan dan Gulen dikenal sebagai dua pemimpin gerakan Islam yang bekerjasama dalam menumbangkan paham sekuler di Turki. Namun dalam beberapa tahun terakhir Erdogan menuduh Gulen dari tempat pengasingannya mendalangi kampanye untuk menggulingkan kekuasaannya.

Gulen sendiri telah membantah pengikutnya berada dibalik kudeta tersebut, dan mereka yang melakukan kudeta telah mengatakan alasan melakukan hal tersebut adalah untuk melindungi tradisi sekuler di Turki.

Erdogan pun langsung menjadikan kudeta gagal tersebut sebagai ajang untuk membersihkan militer dari para pembangkang. Sebanyak 2.800 perwira dan prajurit ditangkap tidak lama setelah pemerintah memastikan memegang kendali pemerintahan.

Selain itu Erdogan juga memecat lebih dari 2.700 hakim dari jabatan mereka. Banyak analis memprediksi kudeta gagal tersebut akan semakin memperkuat kekuasaan Erdogan yang ingin menjadikan institusi presiden sebagai sentral kekuasaan.

Comments

comments

2 Comments
  1. Lola 5 months ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'