Abah dan Hantu Asap Gentayangan

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

Si Abah bergegas keluar selepas sholat subuh, buka pintu berencana menghirup udara segar pagi hari, itulah kebiasaan Abah setelah kembali tinggal dikampung halaman,  Kalimantan selatan. Sayangnya hari ini lagi-lagi masih kabar buruk yang terlihat dimuka pintu rumah.  Lagi  – lagi hantu asap  bergentayangan memenuhi komplek perumahan ini, sehingga atap SD Negri  didepan jalan pun tak terlihat lagi wujudnya….

Abah, terlihat murung menutup kembali pintu rumah, seraya memangil  Mamak dan serta merta bercerita kondisi diluar rumah, dan akhirnya mereka  berdua terlihat murung, Abah sukses menularkan kemurungan nya pada Mamak, mau bagaimana lagi, andaikan Abah tak cerita pun akhirnya Mamak akan tahu juga udara diluar tak layak dihirup.

Waktu sudah menunjukan pukul  06:30 Wita, Abah masih gelisah. Karena anak dan cucu- cucu belum berangkat beraktifitas semua, apasih yang membuat seorang  kakek tak tenang melihat Anak  cucunya belum berangkat juga? Ya karena Asap belum memudar juga.

Didepan rumah, Abah melepas kepergian anak dan cucunya  satu persatu untuk berangkat beraktifitas, setiap orang diberi 1 buah Masker pelindung udara, opps! sisa satu masker, aku belum kebagian, Abah hilir mudik mencari –cari  sisa -sisa masker yang ada, “sudah habis “ ucapnya. Aku menenangkan beliau sambil bercerita, ga usah khawatir ya Abah, dijalan Raya banyak para relawan membagikan masker gratis, dan pak polisi baik sekali sikapnya pada kami ,menujulurkan tangan memberikan masker pada setiap penduduk yang belum memakai masker pelindung, akhirnya Abah terlihat tenang, Syukurlah.

Malam tadi pukul 20:30 wita, kami duduk bercengkrama di beranda rumah, sejuk meskipun semilir angin masih membawa bau Asap meski tipis terasa.  Penasaran kutanya ke Abah, memangnya jaman Abah masih kecil, disini tak ada musibah kabut Asap ya?, dan jawab Abah, tentu aja tidak ! semuanya begitu sempurna dalam kenangan beliau, Sungai bersih yang bening, dan hamparan daratan bersemak subur dan pohon- pohon besar yang indah dan kokoh, semuanya berubah seiring berjalan waktu, pembangunan dimana-mana, ada kebaikan yang Abah rasakan dengan pembangunan itu, tetapi banyak juga buruknya,  loh kok bisa? Tanya ku, iya karena banyak para pengusaha membangun  usaha dengan membuka lahan-lahan dengan cara yang mengerikan, pembakaran massal, mereka berkerja tidak dengan hati,  merusak dan membangun tanpa perhitungan, banyak orang yang menjadi korban, pembakaran hutan, mengakibatkan asap nya menyebar bahkan sampai ke negeri tetangga,  selain itu banyak anak-anak yang terkena penyakit gangguan pernapasan atau ISPA, seraya mengakhiri perbincangan Abah berucap  “semoga besok hujan, jadi Asap pun pudar”  

Meskipun sayangnya Asap belum juga pudar dihari ini. Karena hujan pun belum turun juga.

Banjarbaru 15 sept 2015
Ika Permatasari

 

Kabarkan Obrolan IniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0
2 Comments
  1. Andi 2 years ago
  2. Ayah 2 years ago