14 Buku Yang Menginspirasi Steve Jobs

“Thing Different” begitulah Apple menggambarkan jati dirinya. Saat memperkenalkan iPad, Steve Jobs menyebut Apple bukan sekedar perusahaan teknologi.

“Alasan bahwa Apple mampu menciptakan produk seperti iPada karena kita selalu berusasah untuk berada di persimpangan teknologi dan seni liberal” katanya.

Ketertarikan Jobs dalam sisi humanisme mampu memberi Apple sentuhan manusia.

Dengan menggabungkan teknologi dan seni liberal, Jobs mengatakan Apple mampu, “Untuk membuat produk yang sangat canggih dari sudut pandang teknologi, tetapi juga intuitif, mudah digunakan, menyenangkan digunakan, sehingga benar-benar sesuai dengan pengguna”

Kemampuan Jobs ini hadir dari kebiasaan membaca seumur hidup. sebagaimana diulas oleh Walter Isaacson yang menulis biografinya ada beberapa buku yang memiliki pengaruh dalam hidup jobs. Berikut 14 bukunya.

‘King Lear’ oleh William Shakespeare

Jobs mulai jatuh minat pada bacaan sastra saat tahun kedua di sekolah menengah atas.

“Saya mulai serius mendengarkan musih” ujarnya pada Isaacson, “dan saya mulai membaca buku diluar ilmu pengetahuan dan teknologi seperti Shakespeare, Plato. Saya sangat suka ‘King Lear’”

“‘King Lear’ menawarkan gambaran yang jelas tentang apa yang bisa salah jika Anda kehilangan pegangan Anda. Sebuah cerita yang pasti menarik untuk setiap calon CEO” ujar Daniel Smith, penulis “How to Think Like Steve Jobs.”
‘Moby Dick’ oleh Herman Melville

Cerita epik lain yang mewarnai kehidupan Jobs di masa remajanya. Isaacson menghubungkan Kapten Ahab, salah satu karakter dalam novel tersebut, seperti Jobs.

Ahab, layaknya Jobs, melakukan banyak belajar dari pengalaman langsung.

 

Kumpulan Puisi Dylan Thomas

Penulis buku “How To Think Like Steve Jobs” menulis puisi-puisi Thomas menarik Jobs dengan mengenalkan hal-hal baru dan membawa sentuhan populer dalam hidupnya.

Puisi berjudul “Do not go gentle” dikabarkan menjadi favorit Steve Jobs.
‘Be Here Now’ karya Ram Dass

Pada akhir 1972, Jobs kuliah di sekolah seni elit di Portland, Oregon. Dia mulai banyak mengkonsumsi LSD dan membaca banyak buku tentang spiritualitas.

“Be Here Now” merupakan panduan meditasi oleh Ram Dass dan sangat mempengaruhi Steve Jobs.

“Buku ini mengubah saya dan teman saya” ujar Jobs.
“Diet for a Small Planet” karya Frances Moore Lappe

Pada tahun pertama di Reed, Jobs juga membaca “Diet for a Small Planet” sebuah buku tentang kayanya protein vegetarian yang terjual tiga juta kopi.

“Saat itulah aku bersumpah off makan daging” ujar Jobs kepada Isaacson.

Buku ini memiliki efek lain pada Jobs yang memulai diet ekstrim dan mulai berpuasa.

 

‘Mucusless Diet Healing System’ karya Arnold Ehret

Namun diet Jobs tumbuh lebih berani setelah membaca ‘Mucusless Diet Healing Sistem’ yang ditulis oleh ahli diet Jerman Arnold Ehret.

“Aku mulai masuk ke dalam cara sinting khas saya” ujar Jobs pada Isaacson.

Setelah mengenal karya Ehret ini, Jobs menjadi seorang yang ekstrim pada Gizi.

Namun, apa yang dilakukan oleh Jobs jangan mentah-mentah diikuti. Ashton Kutcher saat mencoba diet dengan semua buah saat berperan sebagai Steve Jobs harus terkapar di rumah sakit.
‘Autobiography of a Yogi’ Oleh Paramahansa Yogananda

Jobs membaca “Autobiography of a Yogi” yang ditulis guru yoga India Paramahansa Yogananda saat ia masih SMA. Lalu ia membacanya lagi saat ia tinggal di sebuah wisma pada kaki bukit Himalaya di India.

Jobs menjelaskan:

Ada salinan dari “Autobiography of a Yogi” dalam bahasa Inggris yang ditinggalkan oleh seorang pendaki dan saya membacanya beberapa kali karena tidak ada banyak yang harus dilakukan.

Buku ini tetap menjadi bagian utama dari kehidupan Jobs dan dia membaca ulang setiap tahun.

 

“Zen Mind, Beginner’s Mind’ Karya Shunryu Suzuki

Setelah Jobs kembali dari India, minatnya dalam meditasi terus berkembang. Pada tahun 1970 di California ajaran Zen yang merupakan bagian dari ajaran Buddha berkembang di Amerika.

Jobs mengikuti kelas Zen yang dipandu oleh Shunryu Suzuki, “Dia menjadi benar-benar serius” ujar Daniel Kottke sahabat Jobs saat itu.

“Zen telah menjadi pengaruh yang mendalam dalam hidup saya sejak itu,” kata Jobs kepada Isaacson.

“Pada satu titik saya berpikir tentang pergi ke Jepang dan mencoba masuk ke dalam biara Eihei-ji, tapi penasihat spiritual saya mendesak saya untuk tinggal di sini (di California).”

 

‘The Innovator Dilema’ oleh Clayton M. Christensen

Apple mempunyai kebiasaan merusak dirinya sendiri. iPhone misalnya memiliki banyak fitur dari ikon iPod, yang membuat pemutar musik tersebut terlihat usang.

Jobs melihat kanibalisme merupakan bagian dari pertumbuhan setelah membaca “Innovator’s Dilemma” yang ditulis profesor Clay Christensen legenda dari Harvard Business School.
‘Cosmic Consciousness’ karya Richard Maurice Burke

Kottke, sahabat Jobs, baru-baru ini merilis daftar buku-buku yang ia dan Jobs suka baca saat di Reed.

Salah satu karya yang paling berpengaruh dalam daftar itu adalah “Cosmic Consciousness: A Study in the Evolution of the Human Mind,” yang ditulis oleh Psikiatri Kanada pada tahun 1901.

Dalam buku ini Burke menguraikan tiga bentuk kesadaran: kesadaran sederhana hewan dan manusia; kesadaran diri manusia, yang mencakup alasan dan imajinasi; dan kesadaran kosmis, yang melampaui pemahaman faktual.
‘The Way of the White Clouds’ karya Lama Anagarika Govinda

Buddhisme adalah pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan Jobs, dan mengatakan filosofi Zen membantu menginspirasi desain sederhana dari produk Apple.

Saat awal-awal berkenalan dengan ajaran Buddha, Kottke mengatakan ia dan Jobs membaca otobiografi spiritual ini. Di sini penulis menceritakan pengalamannya belajar tentang budaya Tibet dan tradisinya.

 

‘Ramakrishna and his Disciples’ karya Christopher Isherwood

Kottke dan Job membaca buku tentang Sri Ramakrishna Paramahamsa yang ditulis pada tahun 1965.

Para pembaca buku ini mengatakan Isherwood membantu membaca memahami bagaimana Sri Ramakrishna begitu menginspirasi dan memiliki pengaruh luas dan dihormati.
‘Cutting Through Spiritual Materialism’ oleh Chogyam Trungpa

Buku ini adalah yang dibaca Kottke dan Jobs sambil menjelajahi agama dan filsafat Buddha. Ini adalah transkrip dari dua kuliah penulis antara tahun 1970 dan 1971.

Ide utama adalah bahwa ego, atau rasa diri, hanya ilusi. Alih-alih mencoba untuk memperbaiki diri melalui spiritualitas, Trungpa mendesak pembaca untuk hanya membiarkan diri mereka ada.

 

‘Meetings with Remarkable Men’ karya George Ivanovich Gurdjieff
Pada perjalanan spiritual pribadi mereka, Jobs dan Kottke membawa inspirasi dari orang lain yang telah memulai pencarian serupa.
Pada tahun 1979, buku itu diadaptasi menjadi sebuah film dengan nama yang sama.

(disadur bebas dari businessinsider.co.id)

Dicari dengan kata kunci:

  • buku steve jobs
  • buku tentang steve jobs
Syakib

Syakib

Suka nulis dan suka baca tapi gak suka ngedit jadi suka typo dan gak sesuai EYD tulisannya...
Syakib

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'